Waspada
Waspada » Dr Amiruddin Yahya: Segera Bentuk Komite Peralihan HMI
Aceh

Dr Amiruddin Yahya: Segera Bentuk Komite Peralihan HMI

Dosen IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa, Dr. Amiruddin Yahya Azzawiy, MA: Segera Bentuk Komite Peralihan HMI. Waspada/Is
Dosen IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa, Dr. Amiruddin Yahya Azzawiy, MA: Segera Bentuk Komite Peralihan HMI. Waspada/Is

LANGSA (Waspada): Pasca penetapan Muhammad Jailani sebagai Ketua Umum dan Wadih Arrasyid sebagai Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Langsa setelah terjadi dualisme kepemimpinan, elit HMI khusus di HMI Cabang Langsa segera ambil langkah produktif untuk menghasilkan soliditas HMI.

“Segera bentuk Komite Peralihan HMI (KPH) atau nama lain, yang fungsinya untuk memfasilitasi peralihan dan rekonsiliasi,” sebut Dosen IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa, Dr. Amiruddin Yahya Azzawiy, MA kepada wartawan, Senin (1/3).

Menurut kader HMI 1998 ini, sejak awal, pada tahun 2020 saya melakukan “outcray” ketika melihat konflik di tubuh HMI Cabang Langsa, begitu juga pada level PB HMI. Saya membuat tulisan, supaya konflik segera diakhiri dengan pendekatan konstitusi HMI dan rekonsiliasi HMI.

Sebagai kader HMI, saya merasa terpanggil untuk melakukan “outcray” supaya adik-adik yang aktif di HMI untuk menghindari konflik internal. Outcray, sejatinya bentuk dari sense of crisis, dan sense of emphaty pada himpunan yang pernah mendidik saya.

Kemarin, saya mendengar bahwa telah ada SK penetapan PB HMI terkait penyelesaian konflik dualisme HMI Cabang Langsa, yang ditetapkan pada tanggal 17 Februari 2021.

Di mana Keputusan Majelis Pengawas dan Konsultasi (MPK) PB HMI Nomor: 18/KPTS/A/07/1442 H tentang sengketa kontitusional HMI Cabang Langsa periode 2019 – 2020 memutuskan dan menetapkan, mencabut Surat Keputusan PB HMI nomor 211/KPTS/A/10/1440 atas nama Boidatul Khoi dan Abdi Maulana.

Selain itu, mengesahkan SK PB HMI nomor 253/ KPTS/A/01/1441 di bawah kepengurusan Muhammad Jailani dan Wadih Arrasyid masing-masing sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Umum.

Artinya, sebut Amiruddin Yahya, akar problematik dapat dibaca dengan baik dan ditemukan strategi resolusi, bahwa PB HMI telah memutuskan case dualisme dengan pendekatan konstitusi HMI.

Dalam konteks ini, PB HMI mampu memetakan varian dan penyebab konflik. Oleh karena itu, sebagai kader HMI 1998, saya apresiasi resolusi konflik itu dengan pendekatan konstitusi.

“Atas penetapan PB HMI tentang sengketa konstitusi, maka diperlukan teknik operasional untuk mengaktifkan kembali harmonisasi akibat ombak konflik yang mendera,” sebutnya.

Pelaksanaan penetapan PB HMI dan aktivasi harmonisasi HMI, maka diperlukan satu panitia kecil (micro komite) atau nama lain, yang berfungsi untuk melakukan proses peralihan kepemimpinan HMI Cabang Langsa pasca putusan PB HMI, yang mengesahkan Muhammad Jailani sebagai Ketua Umum dan Wadih Arrasyid sebagai Sekretaris Umum.

Saya berharap para elit HMI, dan atau KAHMI secara institusional membentuk Komite Peralihan HMI (KPH), atau boleh saja KAHMI melaksanakan putusan PB HMI untuk melakukan peralihan kepemimpinan/pengurus mengingat pentingnya kerja nyata di masa yang akan datang.

Skenario peralihan kepemimpinan itu perlu didesain oleh elit HMI, supaya ‘HMI strong again’, dan konflik dapat bermutasi menjadi kedamaian, harmonis, solid dan penuh keakraban.

Untuk adik-adik semuanya, Amiruddin Yahya berpesan bahwa unity is better than devision (persatuan lebih baik dari perpecahan), dan empowerment is better than resentment (pemberdayaan lebih baik daripada kemarahan).

“Akhiri dualisme, tataplah masa depan untuk kepentingan generasi bangsa. Bagi pemimpin/pengurus yang diberi amanah oleh PB HMI, maka jalankan amanah itu dengan sepenuh hati, dan tunjukkan dedikasi yang elegan. Make HMI strong again, Yakin Usaha Sampai,” tutup Ketua YDBU Langsa ini.(b13)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2