DPW PNA Belum Ambil Sikap Soal Proses Hukum Dugaan Ijazah Palsu
banner 325x300

DPW PNA Belum Ambil Sikap Soal Proses Hukum Dugaan Ijazah Palsu

  • Bagikan
Ketua DPW PNA Aceh Tamiang, Hadi Efendiar. Waspada/Ist
Ketua DPW PNA Aceh Tamiang, Hadi Efendiar. Waspada/Ist

ACEH TAMIANG (Waspada): Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nanggroe Aceh (PNA) Kabupaten Aceh Tamiang hingga saat ini belum mengambil sikap dan masih menunggu proses hukum yang sedang ditangani Polres Aceh Tamiang terkait dugaan ijazah palsu oknum DPRK Aceh Tamiang berinisial,SM kader PNA.

“Kita sifatnya menunggu saja proses hukumnya, bahkan dikabarkan hal ini sudah sampai ke Polda Aceh,” kata Ketua DPW PNA Kabupaten Aceh Tamiang, Hadi Efendiar yang turut didampingi Sekretaris, Samsul Bihar kepada Waspada, Kamis (12/3) di kantornya.

Menurutnya, apapun hasil dari proses hukum tersebut pihaknya akan menanggapinya secara arif dan bijaksana. “Tidak menutup kemungkinan juga DPW PNA Aceh Tamiang akan memberikan dukungan kepada kadernya SM melalui pendamping hukum nantinya,” tegas Hadi Efendiar.

Disebutkannya, pihaknya tetap melakukan pemantauan di luar ranah hukum terkait persolan dugaan ijazah palsu kader PNA Aceh Tamiang berinisial SM yang kini menjabat juga sebagai Ketua Komisi II DPRK Aceh Tamiang. “

Jadi kita bersabar menunggu hasil proses hukum yang dilakukan Kepolisian, dan apapun hasilnya tetap mengacu kepada peraturan partai,” terang Efendiar.

Lanjutnya, isu dugaan ijazah palsu oknum Dewan dari PNA Aceh Tamiang tersebut saat ini memang ramai dibicarakan sejumlah kalangan, termasuk pemberitaan di media.

“Pastinya, saat pencalonan, partai meminta ijazah terakhir dan yang diserahkan adalah ijazah SLTA dan sederajat,” ulas Efendiar sembari menambahkan, kalau tidak salah dugaan ijazah palsu yang dimaksudkan adalah tingkat SLTP.

Sebagaimana diketahui, dugaan ijazah palsu oknum DPRK Aceh Tamiang berinisial SM yang dilaporkan oleh salah seorang masyarakat sekarang ini kasusnya masih berjalan penanganannya di Mapolres Aceh Tamiang.

Bahkan dikabarkan juga dalam waktu dekat ini akan dilakukan gelar perkara di Mapolda Aceh.(cri).

  • Bagikan