Waspada
Waspada » DPRK: PLN Jangan Padamkan Listrik Selama Ramadan
Aceh

DPRK: PLN Jangan Padamkan Listrik Selama Ramadan

 

IDI (Waspada): Untuk mendukung umat Islam dalam melaksanakan ibadah shalat Tarawih dan tadarus pada malam hari, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) UP Langsa, diminta tidak melakukan pemadaman, baik secara bergantian maupun pemadaman permanen.

“Kita harap PLN tidak melakukan pemadaman selama Ramadhan, karena pemadaman berdampak terhadap kekhusyukan umat dalam beribadah,” kata anggota DPRK Aceh Timur, Tarmizi, kepada Waspada, Kamis (8/4).

Jika terpaksa untuk melakukan pemadaman, lanjut Tarmizi, PLN diminta tidak melakukannya menjelang Magrib hingga selesai Shalat Tarawih. Begitu juga dengan menjelang sahur hingga selesai Shalat Subuh.

“Siang hari hingga sore, PLN sebaiknya tidak melakukan pemadaman, karena masyarakat saat itu sedang menyiapkan berbagai menu masakan untuk berbuka puasa yang umumnya menggunakan peralatan masak yang membutuhkan aliran listrik,” kata Tarmizi.

Sisa waktu kurang sepekan sebelum memasuki ramadan, politisi Partai Aceh (PA) itu meminta PLN untuk memanfaatkan perbaikan dan melakukan pembenahan, baik mesin maupun jaringan hingga ke desa-desa.

“Ini perlu agar saat Ramadhan nanti tidak lagi terjadi gangguan yang dapat berdampak terhadap pemadaman,” sebut Tarmizi.

Hal serupa juga dikatakan Ketua LSM Komunitas Aneuk Nanggroe Aceh (KANa), Muzakir.

Aktivis asal Peureulak itu meminta PT PLN memanfaatkan waktu yang tersisa untuk mengontrol seluruh jaringan listrik ke desa-desa, terutama di daerah pedalaman Kecamatan Peureulak Timur, Peureulak, Ranto Peureulak hingga ke Lokop.

“Kami harap PT PLN UP Langsa, mengontrol petugas-petugas di sejumlah kabupaten/kota dalam wilayahnya, terutama dalam wilayah Kabupaten Aceh Timur,” sebut Muzakir, sembari menambahkan, selama ramadan pemadaman listrik di Simpang Jernih dan Serbajadi, diharap dikurangi.

Begitu juga dengan pemindahan jaringan listrik di lokasi pembangunan jembatan Idi, Muzakir meminta pihak PLN agar menyelesaikan sebelum masuknya bulan ramadan.

“Persoalan pemadaman sebenarnya hal biasa, tapi  sangat berdampak bagi kenyamanan umat Islam dalam beribadah,” tutup Muzakir. (b11).

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2