Waspada
Waspada » DPRK Pidie Kecewa, Banyak Ahli Waris Korban Covid-19 Tidak Dapat Santunan Kematian
Aceh Headlines

DPRK Pidie Kecewa, Banyak Ahli Waris Korban Covid-19 Tidak Dapat Santunan Kematian

Muhammad, S.PdI Anggota DPRK Pidie dari Fraksi Partai Aceh (PA). DPRK Pidie Kecewa, Banyak Ahli Waris Korban Covid-19 Tidak Dapat Santunan Kematian. Waspada/Muhammad Riza
Muhammad, S.PdI Anggota DPRK Pidie dari Fraksi Partai Aceh (PA). DPRK Pidie Kecewa, Banyak Ahli Waris Korban Covid-19 Tidak Dapat Santunan Kematian. Waspada/Muhammad Riza

SIGLI (Waspada): Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan Covid-19 Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie, Muhammad, SPdI. Senin (22/2), menilai Dinas Sosial Kabupaten Pidie berkinerja lemah, terutama dalam mensosialisasikan program pemerintah pusat tentang santunan kematian bagi pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19.

Politisi Partai Aceh (PA) Kabupaten Pidie tersebut, mengungkapkan rasa kekecewaannya terhadap kinerja Dinsos Kabupaten Pidie, menyusul masih banyak warga Kabupaten Pidie, terutama para ahli waris pasien Covid-19 yang meninggal dunia, belum mengetahui informasi tentang adanya santunan kematian.

Oleh karena itu, Muhammad meminta Dinas Sosial Kabupaten Pidie untuk lebih gencar melakukan sosialisasi terkait santunan kematian bagi pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19. Tujuannya, agar masyarakat mengetahui tata cara dan prosedur menerima santunan kematian. “Mungkin sosialisasi Dinsos Pidie masih kurang. Jadi perlu ditingkatkan lagi,” imbau Muhammad.

Menurut Sekretaris Komisi V DPRK Pidie itu, santunan kematian untuk pasien Covid-19 sudah diamanahkan melalui Surat Edaran Kementerian Sosial RI, tentang penanganan perlindungan sosial bagi korban meninggal dunia akibat Covid-19 mendapatkan santunan sebesar Rp15 juta. Namun saat ini di Kabupaten Pidie masih belum ada yang mengetahui informasi santunan kematian tersebut.

Bulan lalu, kata Muhammad, sebanyak lima berkas pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19 telah dikirim ke Kementerian Sosial di Jakarta untuk memperoleh santuan senilai Rp15 juta perorang. Sementara satu berkas tidak bisa dikirim karena alasan tidak bisa melengkapi satu persyaratan administrasi dari rumah sakit.

“Mestinya persoalan seperti ini tidak dipersulit, ini harus diperhatikan dan dibantu. Ini sangat prihatin, jumlah warga kita yang meninggal dunia waktu itu sebanyak 74 orang, tetapi hanya lima orang yang diusulkan ke pusat untuk memperoleh santunan. Mudah-mudahan bisa diperhatikan. Kami berharap informasinya bisa disampaikan melalui camat untuk disampaikan kepada para kepala desa atau Keuchik” harap Muhammad. (b06)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2