Waspada
Waspada » DPRA ‘Belum Tutup Bab’ Bocor Gas Medco Di Blok A
Aceh Headlines

DPRA ‘Belum Tutup Bab’ Bocor Gas Medco Di Blok A

UPDATE BLOK A: H. Marhaban Makam, anggota DPR Aceh, bersama pejabat BPMA dan manajemen PT Medco EP Malaka, usai mendengar paparan update kebocoran gas di Blok A, di Banda Aceh, Senin (19/4). DPRA ‘Belum Tutup Bab’ Bocor Gas Medco Di Blok A. Waspada/Ist
UPDATE BLOK A: H. Marhaban Makam, anggota DPR Aceh, bersama pejabat BPMA dan manajemen PT Medco EP Malaka, usai mendengar paparan update kebocoran gas di Blok A, di Banda Aceh, Senin (19/4). DPRA ‘Belum Tutup Bab’ Bocor Gas Medco Di Blok A. Waspada/Ist

IDI (Waspada): Meskipun telah mendengar hasil paparan update dari PT Medco EP Malaka, DPR Aceh ‘belum menutup bab’ kebocoran gas di Blok A, Aceh Timur, Jumat (9/4) lalu. Pasalnya, dampak dari terhirupnya gas beracun telah mengakibatkan 20 warga tumbang dan dirawat.

“Kita akan terus mencari sumber masalah yang berdampak terhadap keracunan warga, bahkan 113 kepala keluarga (KK) harus mengungsi berhari-hari,” kata anggota DPR Aceh, H. Marhaban Makam, kepada Waspada.id, Selasa (20/4).

Dia mengaku sudah mendengarkan berbagai keterangan dari pihak Medco, baik secara teknis maupun non-teknis, dalam rapat antara Komisi III DPR Aceh dengan Medco dan BPMA, Senin (19/4).

Kendati demikian, politisi asal Aceh Timur ini mengaku tidak serta merta membenarkan karena pihaknya perlu referensi yang mendalam di lapangan dengan melibatkan instansi terkait, termasuk menghadirkan tim teknis yang akan melakukan identifikasi.

Dalam hal ini, DPR Aceh tetap minta pertanggungjawaban Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), karena aktivitas flaring Sumur AS-11 di Blok A berlangsung setelah mendapat izin dari BPMA.

“Dalam waktu dekat kita akan turun ke lokasi dengan mengikutkan pihak BPMA dan instansi terkait dengan melibatkan tim teknis, sehingga dapat menemukan hasil yang maksimal terkait penyebab bocornya gas di Blok A,” sebut H. Marhaban Makam.

Disinggung apakah kelalaian dan kesengajaan dari pihak perusahaan, polisi PPP itu kembali mengatakan, kedua hal itu tidak diakui pihak perusahaan dalam paparan update hasil analisis di lapangan dengan Komisi III DPR Aceh di Banda Aceh, Senin (19/4).

“Sehingga kita perlu turun ke lapangan dan akan menjumpai langsung dengan masyarakat, termasuk menjenguk warga yang sempat tumbang dan di rawat di rumah sakit akibat terhirup gas saat terjadi kebocoran itu,” kata H. Marhaban Makam, seraya berharap kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. (b11/C)

Berita terkait:

Insiden Keracunan Gas, DPRA Panggil Medco Malaka Dan BPMA

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2