Waspada
Waspada » DMPG Aceh Nilai TTG Smart Energy Air Laut
Aceh Teknologi

DMPG Aceh Nilai TTG Smart Energy Air Laut

Tim penilai dari DPMG Aceh saat menilai alat TTG, smart Energy air laut atau air asin di Gampong PBB, Kec. Langsa Barat, Kamis (1/7). Waspada/Rapian
Tim penilai dari DPMG Aceh saat menilai alat TTG, smart Energy air laut atau air asin di Gampong PBB, Kec. Langsa Barat, Kamis (1/7). Waspada/Rapian

LANGSA (Waspada) : Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Provinsi Aceh melakukan penilaian lomba inovasi alat Teknologi Tepat Guna (TTG) Smart Energy Air Laut atau Air Asin, Gampong Paya Bujok Beuramoe (PBB), Kec. Langsa Barat, Kamis (1/7).

Ketua Tim Penilai Dr Purwana Satriyo S.TP, MT beserta rombongan melihat secara dekat alat tersebut untuk dilakukan penilaian.

“Kami datang untuk melakukan penilaian seleksi administrasi dan berdasarkan penilaian menetapkan 10 besar nominal yang berhak mengikuti seleksi tahap selanjutnya,” ungkap Satriyo.

Menurutnya, ada 10 Kab/Kota yang masuk tahap seleksi yakni Kota Banda Aceh dengan alat mesin pengiris pisang kipas, kedua Kota Banda Aceh juga dengan mesin press jerami horizontal portabel, ketiga Kab. Aceh Selatan dengan kandang pintar generasi Z.

Selanjutnya, Kab. Bireuen dengan alat mesin pembelah biji pinang, Kab. Pidie Jaya dengan alat pengisian bio gas ke dalam gas, Kab. Aceh Timur dengan alat bio gas dari limbah produksi tempe.

Lalu, Kab. Aceh Tengah dengan alat cek kesuburan tanah, Kab. Aceh Barat dengan alat cuci tangan otomatis menggunakan sensor ultra sonic, Kab. Aceh Besar dengan alat drone pertanian dan yang terakhir Kota Langsa dengan alat smart energy air laut atau air asin.

“Inilah 10 besar kabupaten/kota yang dalam proses penilaian untuk masuk dalam tahap selanjutnya,” papar Satriyo.

Sementara itu, Asep Sofyan sang pencipta alat smart energy air laut atau air asin menjelaskan bahwa kegunaannya di mana air laut atau air asin bisa menghasilkan energi listrik.

“Di mana alat ini kita rangkai dengan berbagai komponen yang nantinya ketika dimasukan air laut atau air asin akan menimbulkan energi listrik sebagai alat penerang,” ungkap Asep.

Sementara itu, Geuchik Gampong Paya Bujok Beuramoe, Zubaili, menukilkan bahwa salah seorang warganya berhasil merangkai alat atau mesin yang menghasilkan energi listrik.

“Semoga alat yang diperlombakan tingkat Aceh akan mendapat nilai yang baik,” tandasnya. (crp).

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2