Waspada
Waspada » Distan Pidie Belum Miliki Data Penyusutan Sawah Dampak Proyek Jalan Tol
Aceh

Distan Pidie Belum Miliki Data Penyusutan Sawah Dampak Proyek Jalan Tol

Hamparan sawah produktif di Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie yang digadang-gadang akan terkena dampak proyek jalan tol Aceh. Waspada/Muhammad Riza
Hamparan sawah produktif di Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie yang digadang-gadang akan terkena dampak proyek jalan tol Aceh. Waspada/Muhammad Riza

SIGLI (Waspada): Kadis Pertanian Kabupaten Pidie, Ir Sofyan mengungkapkan pihaknya belum mengantongi data akurat soal penyusustan lahan sawah yang disebabkan proyek jalan tol Aceh, Kamis (6/2) pagi.

“Tidak mungkin ribuan hektar bahkan tidak mencapai ratusan. Saya yakin di bawah 100 tetapi tidak berani saya sebut pasti karena belum ada data yang akurat dari pihak terkait,” kata Ir Sofyan menanggapi pemberitaan waspada.id bertajuk “Puluhan Ribu Hektare Sawah Menyusut Untuk Proyek Jalan Tol Aceh” yang terbit, Rabu (5/2).

Menurut dia, dalam beberapa kali pertemuan dengan pihak perusahan pembangunan jalan tol Aceh maupun dengan Pemkab Pidie, belum muncul jumlah lahan sawah yang terkena dampak dari pembangunan proyek strategis nasional tersebut.

“Dalam pertemuan di kebun Abusyik, kala itu duduk dengan pihak penanganan jalan tol Padang Tiji–Indrapuri. Lain-lain rupanya, di situ tidak muncul berapa lahan sawah yang konkrit dari data tertulis. Jadi saya tidak bisa mengucapkan berapa jumlahnya secara angka,” kata Ir Sofyan.

Menurutnya, pada pertemuan tersebut pihaknya hanya membicarakan menyangkut hal-hal lain yang lebih mengarah kepada sosial budaya dan hambatan-hambatan yang dapat diperhitungkan ke depan dan pertemuan itu juga lebih dibicarakan tentang hal-hal teknis konstruksi.

Selanjutnya pada rapat di kantor Bappeda, Pidie yang dipimpin Sekda Pidie, ketika itu juga belum muncul tentang berapa jumlah luas sawah yang terkena dampak dari pembangunan jalan tol Aceh tersebut.

Dalam rapat yang membahas tentang pembangunan jalan tol Sigli-Bireun tersebut tidak lagi melibatkan rekanan yang membangun jalan tol Indrapuri-Padang Tiji.

Dalam rapat itu Dinas Pertanian Pidie diminta tanggapan terhadap rencana pembangunan jalan tol yang sudah tergambar lintasannya, melintasi beberapa kecamatan yaitu Kecamatan Mila, Sakti, Mutiara Timur, Delima, Sakti dan Glumpang Tiga.

Kecamatan Lintasan Terdapat Sawah Produktif Dan Teknis

Kesemua kecamatan tersebut memiliki lahan sawah yang produktif bahkan lahan sawah yang pengairan teknis, dalam artian tanam dua kali.

“Kalau Padang Tiji lahan sawah yang terkena dampak jalan tol Aceh, itu lahan sawah tadah hujan, tanam sekali. Ini kalau untuk kecamatan lainya malah lahan sawah yang bisa tanam dua kali,” jelas Ir Sofyan.

Dia melanjutkan, dalam pertemuan itu dirinya mengemukan beberapa persoalan, salah satunya jika tol Aceh dibangun dengan ruas dari Mila sampai ke Glumpang Tiga.

Khusus untuk Kabupaten Pidie yang banyak terdapat lahan sawah, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan walaupun jumlah hektarenya ketika itu belum muncul.

Pertama diketahui bahwa kepemilikan lahan sawah di Pidie per Kepala Keluarga (KK) rata-rata 0,25 hektare (bukan per orang-red), jumlah 25 ribu sekian dengan jumlah KK tersebut itu 0,25 walaupun dia bukan pemilik tetapi penggarap sehingga ditakuti apabila tol ditengahnya.

Sedangkan lahan pemilik atau penggarap di gampong (desa) A, sedangkan lahannya terletak di gampong B, lalu jalan tol yang dibangun diantara dua gampong tersebut, apa yang akan terjadi waktu mereka akan pulang dan pergi ke lahan sawahnya, baik membawa pulang hasil produksi mapupun mengangkut sarana produksi.

Pertama diangkut sarana produksi, pupuk dan lain sebagainya, datang untuk membersihkan tanamannya. Sebaliknya membawa hasil panen, itu juga terjadi beberapa permasalahan. Kemudian, sepanjang jalan tol yang dibangun akan membelah dari timur ke utara, ada hulu ada hilir.

Di situ ada irigasinya yang akan melintasi jalan tol, kami persoalkan walaupun juga ada jawaban-jawaban teknis yang diberikan kepada kami, bahwa di samping semua saluran sekunder akan dibangun jalan, katanya. (b10)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2