Waspada
Waspada » Disperidagkop Tera Ulang Pompa SPBU Dan Timbangan Perusahaan Di Aceh Singkil
Aceh Ekonomi

Disperidagkop Tera Ulang Pompa SPBU Dan Timbangan Perusahaan Di Aceh Singkil

Petugas Penera dari Kantor Metrologi Medan dan Penera Disperindagkop Aceh Singkil saat memeriksa pompa minyak di SPBU Singkil, Kamis (3/12).  Disperidagkop tera ulang pompa SPBU dan timbangan perusahaan di Aceh Singkil. Waspada/Arief H.
Petugas Penera dari Kantor Metrologi Medan dan Penera Disperindagkop Aceh Singkil saat memeriksa pompa minyak di SPBU Singkil, Kamis (3/12).  Disperidagkop tera ulang pompa SPBU dan timbangan perusahaan di Aceh Singkil. Waspada/Arief H.

SINGKIL (Waspada): Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi UKM (Disperindagkop) melakukan tera ulang (pengujian dan pemeriksaan) terhadap alat ukur (pompa) BBM di SPBU dan timbangan Perusahaan di Aceh Singkil.

Pengujian dan pemeriksaan ulang pompa minyak dilakukan terhadap 4 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang beroperasi di Kecamatan Singkil, Gunung Meriah, Simpang Kanan dan Kecamatan Pulau Banyak.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Faisal kepada Waspada.id, Kamis (3/12) menjelaskan, tera ulang pompa alat ukur Bahan Bakar Minyak (BBM) ini dilakukan untuk memastikan pompa minyak yang digunakan sudah sesuai takarannya, sehingga tidak merugikan konsumen.

Tera dilaksanakan bersama petugas Badan Metrologi dan pengawasan dari Medan, Sumut. Setelah dilakukan tera perusahaan yang curang akan ditindak dan bisa di stop izin usahanya.

Pelaksanaan pemeriksaan alat ukur ini berdasarkan UU Metrologi No.1 thn 1982, tentang metrologi legal dan UU Perlindungan Konsumen sebagai langkah melindungi konsumen, untuk menstandarkan barang-barang beredar.

Tera dilakukan terhadap 60 perusahaan, termasuk 4 SPBU, Perusahaan Perkebunan serta usaha timbangan sawit masyarakat (Ram).

“Hari ini pemeriksaan alat ukur di SPBU Singkil. SPBU lainnya sudah, termasuk Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit. Selanjutnya menyusul timbangan sawit masyarakat (Ram Sawit) dan timbangan pedagang di pasar-pasar,” ucap Faisal.

Pemeriksaan alat ukur ini dilakukan berdasarkan adanya laporan masyarakat terhadap alat ukur jual beli yang tidak sesuai takaran. “Ada juga laporan masyarakat yang mengeluh dan menduga ada ukuran yang tidak sesuai, dan ini seluruhnya sekaligus akan di tera. Setelah di tera masyarakat kan puas,” ucapnya.

Faisal mengatakan, dengan dua tenaga ahli metrologi yang sudah resmi ditetapkan, ke depan Disperindagkop Aceh Singkil menargetkan akan meraup Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pelaksanaan tera ulang perusahaan tersebut.

Kita targetkan bisa mendapat Rp50 juta PAD per tahun melalui tera perusahaan dan SPBU. Belum termasuk hitungan timbangan pedagang pasar.

Disperindagkop saat ini telah memiliki petugas Metrologi, Alam Syahroni dan Abdi Azhari. Sebelumnya mereka telah mengikuti Diklat Pendidikan Sumberdaya Kemetrologian (PSBK) di Bandung dan telah ditetapkan sebagai Penera melalui SK Bupati.

Selain itu, saat ini Disperindagkop juga sudah dilengkapi alat pengukur, dalam pengawasan dan pemeriksaan timbangan sebagai pelayanan konsumen untuk antisipasi dari pengusaha-pengusaha nakal. “Jadi sudah lengkap sudah bisa melakukan rutin tera setiap tahun, meski masih kekurangan anak timbangannya,” ujar Faisal.(b25)

 

Foto:

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2