Disdukcapil Aceh Singkil Belum Maksimal Layani Masyarakat - Waspada

Disdukcapil Aceh Singkil Belum Maksimal Layani Masyarakat

- Aceh
  • Bagikan

 

SINGKIL (Waspada): Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Aceh Singkil mengaku kesulitan memberikan pelayanan Daring terhadap masyarakat daerah perdalaman.

Sebelumnya berdasarkan Permendagri Peraturan Kementerian Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 7 tahun 2019, tentang Pelayanan Administrasi Kependudukan Secara Daring.

Pelayanan Administrasi Kependudukan (Adminduk) Daring adalah proses pengurusan dokumen kependudukan yang pengiriman data/berkas persyaratannya dilakukan dengan media elektronik yang berbasis web dengan memanfaatkan fasilitas teknologi, komunikasi dan informasi.

“Namun upaya jemput bola pelayanan itu masih belum dapat maksimal dilaksanakan di Kabupaten Aceh Singkil,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kadis Dukcapil, Yakub kepada Waspada, Senin (8/3).

Lebih lanjut Yakub menjelaskan, Disdukcapil Aceh Singkil telah melakukan pelayanan Adminduk secara Daring. Namun sayangnya hanya di beberapa lokasi saja bisa menerima pelayanan Daring tersebut.

Beberapa daerah lainnya tidak bisa terlayani karena tidak terjangkau jaringan internet. Meski ada juga permintaan masyarakat untuk pelayanan ke daerah-daerah.

“Daerah-daerah yang terpencil kebanyakan tidak ada jaringan internet, sehingga tidak bisa masuk layani Daring. Kalau ada wifi baru bisa terlayani,” ucap Yakub.

Namun Yakub tidak membeberkan secara rinci daerah-daerah mana yang sudah diberikan pelayanan melalui Adminduk Daring tersebut.

Dijelaskannya, pelayanan yang bisa diberikan melalui Daring yakni pembuatan Kartu Keluarga (KK), Akte Kelahiran maupun Akte Kematian karena dengan menggunakan kertas biasa.

“Namun untuk pengurusan KTP tidak bisa karena harus rekam dan sidik jari terlebih dahulu. perangkat dan blangko hanya ada di kantor,” sebutnya.

“Dari jumlah 127.711 jiwa penduduk Aceh Singkil, jumlah penduduk yang sudah melakukan perekaman dan memiliki KTP sebanyak 78.769 jiwa,” bebernya. (b25)

 

  • Bagikan