Waspada
Waspada » Disdikbud Akan Evaluasi Kinerja Kepala Sekolah
Aceh

Disdikbud Akan Evaluasi Kinerja Kepala Sekolah

Kadisdikbud Khalilullah bersama Kepala BKPSDM Ali Hasmi saat dikonfirmasi Waspada.

 

SINGKIL (Waspada): Usai pelantikan sebanyak 153 Kepala Sekolah (Kasek) PAUD, SD dan SMP di Aceh Singkil, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) akan kembali melakukan evaluasi sejumlah jabatan Kasek lainnya.

Hal itu dilakukan menyusul penegasan Bupati Aceh Singkil, terkait laporan banyaknya Kasek yang belum disiplin malas bekerja dan tidak hadir saat mutasi kemarin.

Sebelumnya, saat pidato pelantikan jabatan Kasek tersebut, Bupati sempat menyinggung banyak kepala sekolah yang mengemis minta jabatan kepadanya termasuk kepala dinas.

Bahkan sampai lobi-lobi dan membawa beking agar tidak dimutasi. “Sekarang saya tidak akan layani minta-minta jabatan apalagi yang bawa-bawa beking. Kalau malas bekerja tetap akan saya copot. Kapus Pulau Banyak sudah menjadi contoh,” tegas Dulmusrid.

Menanggapi penegasan Bupati, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Singkil Khalilullah saat ditemui Waspada di Singkil, Senin (22/2) mengatakan, Disdikbud akan kembali mengevaluasi kinerja sejumlah kepala sekolah.

Termasuk ketidak hadirannya saat mutasi, apa alasan ketidak hadiran mereka, katanya.

Disebutkannya, rotasi kepala sekolah merupakan bahan evaluasi yang dilakukan. Sebab selama ini ada beberapa Kasek yang kinerjanya tidak maksimal sehingga harus dirotasi jabatan.

“Kita kasi kesempatan bagi Kasek yang baru dilantik sebagai promosi jabatan, dan ada pula yang dikukuhkan jabatan yang lama, karena pergantian nomenklatur sekolah sesuai Permendagri No 12 tahun 2017 menjadi UPTD-SPF (Satuan Pendidikan Formal).”
“Akan kita lakukan evaluasi secara berkala, sesuai intruksi bupati, agar benar-benar melaksanakan tugas pokok fungsinya sebagai kepala sekolah. Jika tetap malas bekerja, akan kembali rotasi jabatan,” ucap Khalilullah.

Disamping itu, pihaknya akan segera melakukan pemerataan distribusi guru keseluruh sekolah didaerah terpencil.

“Kepada kepala sekolah yang baru dikukuhkan agar melakukan pengawasan ketat dan melaporkan ke kami jika ada gurunya yang mangkir dan agar diberikan sanksi,” ungkap Khalil.

Sebab menurutnya selama ini ada kepala sekolah yang datang sebentar, ngopi dan pulang. Sementara para guru diluar pengawasan kepala sekolah.

Sementara itu Khalilullah mengakui, sejauh ini katanya untuk pengangkatan Kasek sesuai Permendikbud No 6 tahun 2018 mulai dari managerial, supervisi dan lainnya, masih belum keseluruhan kepala sekolah memiliki sertifikat Calon Kepala Sekolah (Cakep).

Terkadang disuatu daerah tertentu masih ada yang tidak mau diangkat menjadi kepala sekolah. Sehingga persyaratan sesuai aturan tersebut tidak menjadi ideal pengangkatan Kasek.

Meski demikian ada juga yang memiliki sertifikat namun belum mendapat promosi jabatan.

Sementara masih banyak kekurangan kebutuhan kepala sekolah yang memiliki sertifikat Cakep tersebut. “Terakhir diselenggarakan pelatihan kepala sekolah 2014,” ucapnya

Kendati demikian, Disdikbud terus berupaya untuk mendorong semua kepala sekolah agar memiliki sertifikat Cakep.

“Dari catatan Disdikbud Aceh Singkil, baru 60 persen kepala sekolah yang bersertifikat Cakep, sisanya terus diupayakan,” terangnya. (b25)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2