Waspada
Waspada » Disdikbud Agara Gelar Penyusunan Modul Adat Budaya Suku Alas
Aceh Pendidikan

Disdikbud Agara Gelar Penyusunan Modul Adat Budaya Suku Alas

Ratusan peserta mengikuti kegiatan penyusunan Modul tentang Adat Budaya Suku Alas sebagai kurikulum Muatan Lokal (Mulok). Disdikbud Agara gelar penyusunan Modul Adat Budaya Suku Alas. Waspada/Seh Muhammad Amin
Ratusan peserta mengikuti kegiatan penyusunan Modul tentang Adat Budaya Suku Alas sebagai kurikulum Muatan Lokal (Mulok). Disdikbud Agara gelar penyusunan Modul Adat Budaya Suku Alas. Waspada/Seh Muhammad Amin

KUTACANE (Waspada) : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) menggelar kegiatan penyusunan Modul tentang Adat Budaya Suku Alas sebagai kurikulum muatan lokal (Mulok), yang dihadiri ratusan peserta itu berjalan tertib dan lancar.

Penyusunan Modul tersebut, diikuti Majelis Adat Aceh (MAA), tokoh masyarakat, Kepala Sekolah dan Tim Penyusun Draf, berlangsung selama tiga hari, mulai sejak Kamis hingga Sabtu (22-24/10) yang berlangsung di Gedung P3G Kutacane.

Demikian disampaikan Kepala Disdikbud Agara, Bakri Saputra S.Pd melalui Kabid Kebudayaan, Andin S.Sos kepada Waspada.id di ruang kerjanya, Jum’at (23/10). “Ya, tujuan Modul Adat Budaya Alas, mendekatkan kearifan adat dan budaya lokal, kepada siswa dan siswi sejak dini,” terangnya.

Menurutnya, nilai kearifan lokal jika tidak dijaga dan dipelihara, dikhawatirkan secara berangsur-angsur akan mengalami kepunahan, karena pengaruh globalisasi. Salah satu untuk menjaganya melalui Modul Adat Budaya ini, menjadikannya sebagai kurikulum Mulok di sekolah.

Andin juga berharap, kehadiran kurikulum Mulok ini nantinya bisa mengembangkan potensi anak didik dalam mengenal lebih dekat, makna yang terkandung dalam adat budaya tersebut, yang bernilaikan sejarah dan agama.

Penyusunan draf modul tersebut akan dirampungkan tahun 2020 ini, diharapkan bagi anak didik yang berasal dari luar daerah Agara, dapat mengetahui adat dan budaya. Sesuai pepatah di mana bumi di pijak di situ langit di junjung, mengingat  masyarakat di Bumi Sepakat Segenep ini, dinaungi suku yang beragam, pungkasnya. (Cseh)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2