Waspada
Waspada » Direktur RSUD TCD Diduga Potong Upah CS
Aceh Headlines

Direktur RSUD TCD Diduga Potong Upah CS

Sekda Pidie H Idami,  S.Sos, M.Si saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli, Kabupaten Pidie beberapa waktu lalu. Waspada/Muhammad Riza
Sekda Pidie H Idami,  S.Sos, M.Si saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli, Kabupaten Pidie beberapa waktu lalu. Waspada/Muhammad Riza

SIGLI (Waspada): Direktur RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli, Kabupten Pidie dr Muhammad Yassir, SpAn, diduga telah bersikap arogan terhadap para Cleaning Service (CS). Pasalnya mereka dipaksa menerima keputusan pemotongan upah mencapai 25 persen dari pendapatan mereka rata-rata perbulan Rp800ribu hingga Rp1 juta.

“Kami juga disuruh buat surat peryataan, apabila tidak menerima keputusan itu. Kami disuruh mengundurkan diri dari RSUD Tgk Chik Ditiro,” cerita beberapa petugas cleaning service saat melakukan protes dengan cara mogok kerja di RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli, Senin (18/1).

Sambil menangis, beberapa petugas CS di RSUD TCD, mengungkapkan rasa kekecewaannya terhadap beberapa oknum pimpinan di RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli yang bersikap sombong dan pongah. Mereka sama sekali tidak menaruh simpati terhadap hasil kerja para CS karena mereka menilai jika CS yang ada sekarang masih banyak calon CS yang antri mau bekerja di RSUD TCD.

“Bagaimana bang kami bisa menerima upah dari hasil kerja kami dibayar disamaratakan antara CS yang bekerja membersihkan ruangan besar dengan ruangan kecil,” cerita para petugas CS.

Direktur RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli, Kabupaten Pidie dr Muhammad Yassir, SpAn, membantah bila para tenaga CS melakukan mogok kerja. “Mereka tadi berkumpul mau berjumpa dengan dengan direktur. Dan itupun tidak semua mereka,” katanya.

Menurut dia, para tenaga CS itu ramai-ramai menjumpai dia untuk melakukan koordinasi tentang upah mereka. Dimana akibat berkurangya RSUD TCD Sigli menerima uang intensif dari APBK Pidie yang sebelumnya senilai Rp1,6 miliar, sekarang berkurang menjadi Rp1,093 miliar.

Uang yang bersumber dari APBK Pidie itu selama ini digunakan untuk membayar honor para CS, namun sialnya sekarang uang tersebut berkurang diberikan oleh daerah. Menurut dia, setelah para CS itu menjumpainya lalu mereka kembali bekerja seperti biasa.

“Ini dana insentif APBK, Rp1,6 miliar. Sekarang Rp1,093 miliar. Solusinya apa. Tidak ada solusi dari kami. Ini kan tambahan dari APBK, bukan kami yang kasih uang,” jelas dr Muhammad Yassir.

Sebenarnya kata dr Muhammad Yassir, para CS itu juga mendapat remon tidak hanya dari upah tersebut. Terkait dengan adanya peryataan mengundurkan diri, dr Muhammad Yassir menjelaskan; “kalau dia tidak sanggup bekerja ya sudah mengundurkan diri. Istilah, setiap orang kan punya hak mau bekerja atau tidak.
Namun dari dana yang kita terima kan, dulu Rp1,6 miliar dan sekarang Rp1,093 miliar. Tetapi kita sudah melakukan upaya ketemu dengan pembahasan . Selanjutnya kita juga sudah melakukan sosialisasi Sabtu yang lalu. Kita juga istilah ya lebih disiplin lagi. Ya disiplin tidak dibarengi dengan uang ya peninglah orang,” katanya.(b06)

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2