Waspada
Waspada » Direktur LSM GAD, Mendekatkan Diri Kepada Allah Lewat Suluk
Aceh

Direktur LSM GAD, Mendekatkan Diri Kepada Allah Lewat Suluk

Bupati Gorontalo Prof. Dr. Ir. H. Nelson Promolingo, MPd menerima buku karangan Abuya H Amran Waly Al-Khalidi usai mengikuti ibadah suluk di Dayah Darul Ihsan Labuhan Haji Aceh Selatan, Provinsi Aceh. Waspada/ist
Bupati Gorontalo Prof. Dr. Ir. H. Nelson Promolingo, MPd menerima buku karangan Abuya H Amran Waly Al-Khalidi usai mengikuti ibadah suluk di Dayah Darul Ihsan Labuhan Haji Aceh Selatan, Provinsi Aceh. Waspada/ist

LANGSA (Waspada): Setiap datangnya bulan suci Ramadhan, ribuan orang jamaah suluk dari berbagai penjuru daerah dalam Wilayah Indonesia khususnya Aceh padati Dayah Darul Ihsan Labuhan Haji Aceh Selatan yang dipimpin Abuya Syekh H. Amran Waly Al-Khalidy.

Dayah Darul Ihsan Labuhan Haji sejak dulu dikenal sebagai Dayah yang mempopulerkan tradisi ibadah suluk tersebut, terutama saat bulan suci Ramadhan. Suluk merupakan salah satu cara beribadah berupa, zikir, tahlil, tahmid dan doa guna mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Demikian Direktur LSM Growt Atjeh Development (GAD) Muzamir Abd Hamid (Tgk Bulee Dada) dalam rilisnya kepada Waspada.id, Kamis (29/4) yang juga merupakan salah seorang jamaah suluk di dayah tersebut.

“Tahun ini, sekira 2.000 orang lebih dari berbagai daerah dalam wilayah Indonesia dengan berbagai latar belakang mulai dari penjabat, pengusaha, birokrat serta masyarakat biasa yang datang ke Dayah Darul Ihsan Labuhan Haji Aceh Selatan yang di Pimpin Abuya Syekh H. Amran Waly Al-Khalidy juga pucuk Pimpinan Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Asia Tenggara untuk mengikuti suluk,” ujar Tgk. Muzamir.

Suluk Ramadhan 1442 Hijriah ini, dihadiri Bupati Gorontalo Prof. Dr. Ir. H.Nelson Pomalingo, M.Pd bersama staf dan keluarganya guna mengikuti suluk di Dayah Darul Ihsan Labuhan Haji, Aceh Selatan, Provinsi Aceh.

Kedatangan Bupati Gorantalo dan rombongan dari Indonesia bagian timur tersebut, disambut hangat oleh Bupati Aceh Barat H. Ramli Ms.

Menurut Tgk. Muzamir, kehadiran Bupati Gorontalo jauh-jauh datang dari Indonesia timur dengan tujuan ingin melihat dan merasakan langsung bagaimana Suluk di Dayah Darul Ihsan tahun ini di Aceh khususnya.

Bupati Gorontalo Prof. Dr. Ir. H. Nelson Pomalingo, MPd yang dipercayakan sebagai Penasehat Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTT-I) di Wilayah Indonesia Timur, Minggu (25/4) berjanji akan membuat 19 buah posko MPTT I di seluruh daerah yang ada di Kota Gorontalo.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Gorontalo mengatakan, MPTT tidak hanya mengajarkan ilmu tapi juga melatih dalam pengamalan hingga memperoleh rasa dalam ibadah tauhid tasawuf adalah satu jalan untuk mendapatkan kemanisan dalam beragama.

Ia juga, berbagi pengalaman dan mengatakan, selama hampir satu tahun mengikuti MPTT banyak sekali manfaat dan berbagai kemudahan yang di dapati selama mengikuti ajaran tauhid tasawuf, terasa manis dalam beragama, tenang dalam menghadapi berbagai cobaan dan problematika dalam kehidupan, sebut Tgk. Muzamir.

Selain itu ia juga menutur, salut dan kagum dengan sosok Abuya. Karena, Abuya bukan hanya seorang ulama tapi juga pengamal bahkan penulis buku dan makalah yang begitu banyak beliau tuliskan dan hasil karyanya sangat bagus dan bermanfaat untuk dipelajari dan kita amalkan.

“Saya saja sebagai seorang akademisi sudah professor belum tentu dan mampu membuat karya sebagus tulisan Abuya. Itu sebagai tanda kasih sayang Abuya kepada umat, agar umat ini juga merasakan manfaat dari ajaran mulia ini agar dapat membawa keselamatan dan kesejahteraan dunia dan akhirat.”

Sambung Tgk. Muzamir lagi, Prof. Dr. Ir. H. Nelson Pomalingo, MPd juga berterima kasih kepada Abuya dan masyarakat Aceh yang telah membuat muzakarah tauhid tasawuf Asia Tenggara dua kali di Kota Gorontalo yang banyak memberikan ilmu dan inspirasi bagi kami di sana.

“Kami di Gorontalo dijuluki Serambi Madinah dan Aceh sebagai Serambi Mekkah dapat dipertautkan untuk peradaban dan kemajuan Islam akan datang,” ujar Bupati yang juga mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Kota Gorontalo.

Dikatakan Bupati Gorontalo lagi, Abuya sosok ulama ummat yang tidak menginginkan keselamatan dirinya saja, tapi juga keselamatan untuk ummat seluruhnya. Di MPTTI ini kita di satukan, tidak membeda-bedakan aliran, saya dari tokoh Muhammadiyah dapat merasakan manisnya beragama melalui MPTT.

Sebab membangun fisik itu adalah urusan yang gampang, ada uang tinggal dibangun. Tapi membangun hati manusia butuh proses tiada lain adalah melalui ajaran tasawuf kesufian, imbuh Prof. Dr. Ir. H. Nelson Pomalingo. (b24)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2