Waspada
Waspada » Direksi PT PIM Diganti Bukan Putra Daerah
Aceh

Direksi PT PIM Diganti Bukan Putra Daerah

Sejumlah pekerja melakukan pemotongan besi tua di areal pabrik AAF di Krueng Geukuh Kec. Dewantara Kab. Aceh Utara, Rabu (26/8), tidak menggunakan tenaga manusia, tapi mengandalkan alat kerja seperti las karbit. Waspada/Ist
Sejumlah pekerja melakukan pemotongan besi tua di areal pabrik AAF di Krueng Geukuh Kec. Dewantara Kab. Aceh Utara, Rabu (26/8), tidak menggunakan tenaga manusia, tapi mengandalkan alat kerja seperti las karbit. Waspada/Ist

LHOKSEUMAWE (Waspada): Usai meredam sengketa dengan Forum Pemuda Dewantara (Forpemda) yang menuntut hak hibah aset PT. AAF, kini pejabat direksi PT. PIM di Krueng Geukueh Kec. Dewantara Kab. Aceh Utara telah diganti dan Menteri BUMN telah melantik tiga pejabat baru yang statusnya bukan putra asli daerah Aceh.

Demikian Dirut PT. PIM Husni Achmad Zaki kepada Waspada ketika dikonfirmasi via telepon selulernya, Rabu (26/8), terkait pelantikan pejabat baru tersebut.

Husni menyatakan, masa tugasnya secara resmi telah berakhir dan akan diganti oleh pejabat baru yang ditunjuk Menteri BUMM sejak, Selasa (25/8) lalu. “Benar itu, saya baru saja diganti. Silahkan berkoordinasi dengan Sekper dan direksi baru,” ujarnya.

Husni Achmad Zaki menjelaskan, pergantian jabatan bukanlah masalah luar biasa, namun itu adalah hal biasa terjadi dalam menjalankan tugas.

Apalagi pergantian jabatan yang sama juga dilakukan di semua grup pupuk Indonesia dan hal itu sudah lama direncanakan oleh Kementerian BUMN. Husni mengaku dirinya sendiri sudah bertugas selama dua periode terhitung sejak 2010.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas PT. PIM Nasrun juga membenarkan PT. PIM telah terjadi pergantian pucuk pimpinan dalam jabatan direksi.

Dua diantaranya merupakan putra daerah Aceh yakni, Dirut Husni Achmad Zaki, Dir. Produksi, Teknik dan Pengembangan Lalu Pranowo Tri Nusantoro, Dir. Komersil Rochan Syamsul Hadi dan Dir. SDM & Umum Usni Syafrizal.

Sedangkan pejabat baru antara lain, Direktur Utama Yanuar Budi Norman mantan Direktur Rekind, Dir. Ops & Prod Jaka Kirwanto dari Klaten, mantan GM Produksi PIM penugasan dari PKT, dan Dirkeu & Umum Rochan Syamsul Hadi merupakan putra Malang, Jawa Timur.

Ketiga pejabat baru dilantik tersebut bukan putra asli daerah Aceh. “Memang benar ketiga pejabat baru ini bukanlah putra daerah Aceh,” paparnya.

Di sisi lain, Nasrun menjelaskan, PT. Kirana Saiyo Perkasa sebagai pemenang lelang besi tua pabrik AAF di Krueng Geukueh telah disubkan tenaga kerja dari PT. Dian Dewantara.

Saat ini, waktu pelaksanaan eksekusi besi tua, terhitung sudah memasuki minggu kedua dan targetnya dalam enam atau sembilan bulan mendatang pemotongan scrab sudah selesai. Sedangkan untuk harga besi tua itu, sesuai harga kontrak kerja dalam proses pelelangan PT. PIM menetapkan harga Rp2.800 perkilonya.

Namun untuk jumlah total seluruh besi tua, Nasrun mengaku tidak tahu persis, lantaran ada besi yang dipotong dan ada pula yang tidak dipotong.

“Jadi berapa ton yang sanggup dieksekusi oleh PT. Kirana Saiyo tetap kita hitung Rp2.800 perkilogramnya. Kalau untuk jumlah total besi, belum ada yang menghitungnya secara rinci,” paparnya.(b09)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2