Waspada
Waspada » Dinsos Aceh Utara Tempel 4000 Stiker BPNT Di Rumah KPM
Aceh

Dinsos Aceh Utara Tempel 4000 Stiker BPNT Di Rumah KPM

Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf, Selasa (14/1) pukul 10:00 menempelkan stiker Bantuan Pangan Non Tunai bagi Keluarga Penerima Manfaat (PKM) di rumah Khadijah, 68, Gampong Ceubrek Baroeh, Kecamatan Syamtalira Aron. Waspada/Maimun Asnawi
Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf, Selasa (14/1) pukul 10:00 menempelkan stiker Bantuan Pangan Non Tunai bagi Keluarga Penerima Manfaat (PKM) di rumah Khadijah, 68, Gampong Ceubrek Baroeh, Kecamatan Syamtalira Aron. Waspada/Maimun Asnawi

Secara simbolis, penempelan stiker Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dilakukan oleh Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf di rumah, Khadijah, 68, warga Gampong Ceubrek Baroeh, Kecamatan Syamtalira Arun, Selasa (14/1) pukul 10:00. Khadijah merupakan salah seorang Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Penempelan stiker bagi Keluarga Penerima Manfaat sesuai dengan Instruksi Kementerian Sosial Republik Indonesia No 1902/5/HK05-2/05/2019 tanggal 9 Mei 2019 Tentang Pemasangan Daftar Nama KPM Bantuan Sosial Di Tempat Umum serta pemasangan stiker/cat label pada rumah KPM PKH dan BPNT.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Aceh Utara, Zulkarnaini melalui Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial Mirodiatun Resi Nuriyati menyebutkan, Kabupaten Aceh Utara memiliki kuota BPNT sebanyak 54.333 dari total 54.581 KPM.

Jumlah tersebut, sebagian besar merupakan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) yaitu sebanyak 37,245, sisanya KPM BPNT sebanyak 17,088 KPM murni.

Dikatakan, penempelan stiker ini baru dilakukan secara simbolis bagi 3 kecamatan dari total 27 kecamatan. Tiga kecamatan yang mendapat giliran pertama masing-masing Kecamatan Syamtalira Aron sebanyak 1210 KPM, Kecamatan Syamtalira Bayu 1750 KPM, dan Kecamatan Tanah Pasir 1040 KPM.

Kata Mirodiatun Resi Nuriyati, tujuan penempelan stiker ini untuk memberikan tanda pengenal bagi KPM sebagai penerima yang sah bantuan sosial, baik BPNT, PKH, KUBE, UEP dan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). “Intinya bagi KPM miskin yang menerima bantuan sosial dari pemerintah, harus ditempel stiker tersebut,” kata Mirodiatun Resi.

Selain itu, untuk memberikan pemahaman kepada KPM jika bantuan yang diterima benar-benar mereka yang tergolong dalam keluarga prasejahtera. “Kalau nantinya ada KPM yang tidak bersedia ditempel stiker ini, berarti dengan sendiri mereka keluar dari KPM BPNT dan bantuan sosial lainnya,” katanya.

Diharapkan, dengan dilakukan penempelan stiker ini, timbulnya kesadaran masyarakat yang mampu sebagai KPM BPNT agar dengan kesadaran sendiri dapat mengundurkan diri. “Kami melihat, penempelan stiker ini telah memberikan dampak positif bagi pengurangan angka penerima BPNT. Bantuan ini yang berhak menerima adalah keluarga yang benar-benar membutuhkannya,” sebut Mirodiatun Resi. (b18).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2