Waspada
Waspada » Dinas Pangan Kelautan Dan Perikanan Aceh Tamiang Terima Bantuan Dari Dirjen
Aceh

Dinas Pangan Kelautan Dan Perikanan Aceh Tamiang Terima Bantuan Dari Dirjen

KADIS Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Aceh Tamiang, Safuan bersama Stafnya, T Muhammad Shaleh ketika menerima bantuan dari Dirjend Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan DR Slamet Soebjakto, Rabu (15/7). Waspada/Ist
KADIS Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Aceh Tamiang, Safuan bersama Stafnya, T Muhammad Shaleh ketika menerima bantuan dari Dirjend Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan DR Slamet Soebjakto, Rabu (15/7). Waspada/Ist

KUALASIMPANG (Waspada): Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Aceh Tamiang menerima bantuan satu unit escavator dan dana PITAP senilai Rp225.000.000 yang diserahkan oleh Dirjend Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, DR Slamet Soebjakto.

“Rapat koordinasi dan penyerahan bantuan alat berat eskavator dan pengelolaan irigasi tambak partisipatif (Pitap) oleh Dirjen Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Aceh Tamiang dan sejumlah Dinas Pangan, Perikanan Kelautan dari Kabupaten lainnya di Aceh juga dapat bantuan. Acara rapat dan penyerahan bantuan di Pendopo Bupati Aceh Timur, Rabu 15 Juli 2020,” ungkap Kadis Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan Aceh Tamiang, Safuan kepada Waspada, Kamis (16/7).

Menurut Safuan, Kabupaten Aceh Tamiang mendapat bantuan satu unit alat berat escavator senilai Rp1.331.000.000 dan bantuan dana Pitap senilai Rp225.000.000.

Safuan menjelaskan, alat berat eskavator yang dibantu oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan RI kepada Pemkab Aceh Tamiang melalui Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan bertujuan untuk membantu masyarakat pembudidayaan ikan dan udang.

Penggunaan alat berat eskavator ditujukan untuk wilayah pesisir yaitu Kecamatan Manyak Payed, Banda Mulia, Bendahara dan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang.

“Penggunaan eskavator ini antara lain untuk kegiatan rehab tambak dan kegiatan lain yang yang dibutuhkan oleh kelompok pembudidayaan ikan atau Pokdakan,” ujar Safuan.

Menurut Safuan, keberadaan alat eskavator bertujuan untuk membantu dan meringankan beban biaya yang selama ini dihadapi oleh masyarakat pembudidaya ikan dan udang serta pada akhirnya dapat meningkatkan hasil produksi budidaya dan kesejahteraan masyarakat pembudidaya ikan dan udang.

Safuan juga menyatakan, Pengelolaan irigasi tambak partisipatif (Pitap) senilai Rp225.000.000.

Kegiatan Pitap ini akan dikelola secara partisipatif atau swakelola oleh kelompok masyarakat Kampung Sungai Kuruk III, Kecamatan Seruway.

“Kegiatan ini bertujuan untuk membersihkan saluran irigasi secara manual dikerjakan langsung oleh anggota kelompok tanpa menggunakan alat berat eskavator. Adapun tujuan lain dari kegiatan Pitap Ini adalah untuk membersihkan saluran irigasi tambak tanpa merusak pohon bakau. Dengan adanya kegiatan Pitap ini diharapkan saluran irigasi tambak menjadi lancar dan produksi ikan dan udang menjadi sukses dan Pada akhirnya peningkatan ekonomi masyarakat pesisir dapat terwujud,” papar Safuan.

Kegiatan rapat koordinasi dan penyerahan bantuan dihadiri oleh Dirjen Budidaya KKP Dr Slamet Soebjakto, Staf Ahli Presiden dari Kantor Kepresidenan, Deputi Kemenko Maritim dan Investasi, anggota DPR RI Komisi IV Muslim, anggota DPD RI, Abdullah Puteh dan Fadil Rahmi, Direktur Kawasan Dan Kesehatan Ikan Tinggal Hermawan, Bupati Aceh Timur, Ketua DPRK Aceh Timur dan seluruh Forkopinda Aceh Timur. (b14)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2