Waspada
Waspada » Dikunjungi Bupati Pidie, Petani Titeu Keluhkan Kelangkaan Pupuk
Aceh Ekonomi

Dikunjungi Bupati Pidie, Petani Titeu Keluhkan Kelangkaan Pupuk

Bupati Pidie Roni Ahmad, alias Abusyik saat mengunjugi kawasan perkebunan Cot Mamplam, Kecamatan Titeu, Selasa (9/3). Dikunjungi Bupati Pidie, Petani Titeu Keluhkan Kelangkaan Pupuk. Waspada/Muhammad Riza
Bupati Pidie Roni Ahmad, alias Abusyik saat mengunjugi kawasan perkebunan Cot Mamplam, Kecamatan Titeu, Selasa (9/3). Dikunjungi Bupati Pidie, Petani Titeu Keluhkan Kelangkaan Pupuk. Waspada/Muhammad Riza

SIGLI (Waspada): Petani di Kecamatan Titeu, Kabupaten Pidie mengeluh kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi.

Kelangkaan pupuk itu mereka sampaikan ketika Bupati Pidie Roni Ahmad, SE bersama rombongan dari Kota Sigli, mengunjungi perkebunan Cot Mamplam, Gampong Blang Tho, Kecamatan Titeu, Kabupaten Pidie, Selasa (9/3).

Pertemuan berlangsung dalam suasanan hangat seperti tanpa ada sekat antara kepala daerah dengan masyarakatnya. Roni Ahmad yang biasa disapa dengan sebutan Abusyik terlihat sangat antusias mendengarkan keluh kesah para petani di kawasan pedalaman Kecamatan Titeu, dan sesekali dia terlihat menanggapinya.

Selain curhat kelangkaan pupuk, para petani di pedalaman Pidie itu juga mengeluh soal kebutuhan penerangan listrik. Mereka mengaku, sejak Indonesia merdeka sampai sekarang belum ada jaringan listrik yang masuk ke dalam kawasan perkebunan Cot Mamplam.

Padahal, cerita warga, Cot Mamplam dulunya perkampungan padat penduduk, namun karena konflik Aceh yang berkepanjangan, kawasan itu ditinggalkan warga. Sekarang bekas perkampungan Cot Mamplam itu sudah dijadikan kawasan perkebunan oleh warga dengan jumlah sekira 200 Kepala Keluarga (KK) lebih.

Zakaria, 30, salah satu petani di daerah itu berharap Pemkab Pidie di bawah kepemimpinan Roni Ahmad, SE bisa bersikap tegas dan bisa memihak kepada para petani. Pasalnya, para petani kebun maupun petani sawah di daerah itu sangat sulit memperoleh pupuk bersubsidi bantuan pemerintah. Artinya imbuh dia, para petani kelabakan memperoleh pupuk karena di agen tidak ada. Meskipun ada sebut dia, harganya tidak stabil karena distribusinya bukan ditangani oleh pemerintah.

Para petani lainnya mengungkapkan kelangkaan pupuk di kawasan Kecamatan Titeu, ditenggarai karena di kawasan ini banyak calo pupuk yang bermain, bahkan kata dia, para calo itu melakukan penyeludupan pupuk yang mengakibatkan para petani kesulitan membeli pupuk.

Pada sisi lain, curhat para petani, harga jual gabah sangat rendah sedangkan harga pupuk tinggi hingga mencekik leher para petani. “Ini kan tidak sesuai. Kami membeli pupuk melalui kelompok tetapi harganya tetap mahal. Karena itu para kami juga mempertanyakan harga HET pupuk yang sebenarnya. Di sini bapak bupati, harga Poska Rp200ribu/sak, itu pun tidak ada stok,” keluh sejumlah petani. (b06)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2