Waspada
Waspada » Diguyur Hujan, Sejumlah Wilayah Di Pidie Kebanjiran
Aceh Headlines

Diguyur Hujan, Sejumlah Wilayah Di Pidie Kebanjiran

Warga di komplek perumahan bantuan Tsunami, Gampong Dayah Tutong, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie sedang berusaha menyelamatkan ayunan bayi dari dalam air bah setinggi 1,5 meter, Senin (18/1). Diguyur Hujan, Sejumlah Wilayah Di Pidie Kebanjiran. Waspada/Muhammad Riza
Warga di komplek perumahan bantuan Tsunami, Gampong Dayah Tutong, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie sedang berusaha menyelamatkan ayunan bayi dari dalam air bah setinggi 1,5 meter, Senin (18/1). Diguyur Hujan, Sejumlah Wilayah Di Pidie Kebanjiran. Waspada/Muhammad Riza

SIGLI (Waspada): Sejumlah wilayah di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, terendam banjir akibat hujan deras yang terjadi, Minggu (17/1) malam sampai Senin (18/1) sekira pukul 03:00 dini hari. Banjir ini, selain menenggelamkan ratusan rumah penduduk juga merusak infrastruktur jalan dan fasilitas lainnya.

Amatan Waspada.id, di Gampong Dayah Tutong, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, sebanyak lebih dari 120 unit rumah warga terendam banjir yang disebabkan meluapnya Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Baro. Lebih 500-an jiwa warga gampong tersebut dilaporkan terpaksa mengungsi karena rumah mereka terendam banjir luapan.

Keuchik (kepala desa-red) Gampong Dayah Tutong, Iskandar melaporkan, setiap musim hujan tiba, gampong yang dipimpinnya tersebut selalu menjadi langganan banjir luapan DAS Krueng Baro. Akhir tahun 2020 warga Gampong Dayah Tutong, terutama yang bernomisili di komplek perumahan Tsunami, selalu menjadi korban dari amukan banjir.

“Kami rasa belum hilang lelah mereka membersihkan rumah-rumah mereka akibat banjir yang terjadi akhir 2020. Kini warga kami kembali berhadapan dengan banjir yang sama dan banjir kali ini lebih parah. Karena itu kami sebagai Keuchik di Gampong Dayah Tutong sangat berharap kepada Pemprov Aceh supaya bisa membantu membuat saluran agar gamong kami ini tidak lagi menjadi sasaran banjir,” harapnya.

Jalan Gampong Teumpok Laweung, Kecamatan Pidie putus akibat diterjang banjir luapan Krueng Baro. Senin (18/1) Waspada/Muhammad Riza
Jalan Gampong Teumpok Laweung, Kecamatan Pidie putus akibat diterjang banjir luapan Krueng Baro. Senin (18/1) Waspada/Muhammad Riza

Kata Iskandar, akibat banjir luapan ini warganya banyak menderita kerugian, seperti stok makanan ludes disapu banjir. Begitupun dengan peralatan elektronik dan perabot, semua rusak tidak bisa digunakan lagi. Saat ini sebut dia, warganya sangat membutuhkan bantuan dapur umum, Sembako serta kebutuhan makanan bayi dan kebutuhan orang Lansia.

Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie H Junidar, S.Sos, MM ditemui Waspada.id di lokasi banjir di Gampong Ulee Tutue Raya, Kecamatan Delim, menyebutkan, banjir ini disebabkan hujan deras yang mengakibatkan sejumlah Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng di Kabupaten Pidie meluap.

Seperti di Kecamatan Pidie, Delima dan Mila serta Indrajaya. Banjir ini sebut dia, akibat luapan DAS Krueng Baro, sedangkan banjir di Padang Tiji disebabkan meluapnya Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Paloh.

Di Kecamatan Pidie, sejumlah gampong terendam banjir. Diantaranya Gampong Dayah Tutong, Raya Sangeu, Lhok Keutapang, dan Gampong Lamkuta. Selanjutnya di Kecamatan Delima, Gampong Ulee Tutue Raya, Gampong Mesjid, dan Krueng Bok, Cirieh dan semua gampong dalam kemukiman Beuah dilaporkan juga terendam banjir. Selanjutnya di Kecamatan Indrajaya, diantaranya Dayah Muara, Blang Garot dan Pante Garot.

Di Kecamatan Mila hampir semua gampong terkena dampak banjir. Diantaranya Gampong Dayah Andeu, Mesjid Andeu, Blang Cut, dan Lhok Leubue. Lalu Gampong Babah Jurong, Tuha Lala, Gampong Kumbang dan Teumeucet.

Di Kecamatan Padang Tiji, terdapat delapan gampong yang terendam banjir, diantaranya gampong Mesjid Peudya, Tuha Peudaya, Peureulak Peudaya, Pasar Paloh, Cot Paloh, Pante Ceureumen, Teungoh Drien Gogo, dan Sukon Peudaya. Gampong Pasar Padang Tiji, Paloh Capa, Bale Paloh, Tunong Peudaya, Siron Paloh, Di Gampong Mesjid Peudaya dan Tuha Peudaya, air setinggi satu meter setengah.

Fasilitas Rusak

H Junidar, juga melaporkan, sampai berita ini ditayangkan jumlah fasilitas umum yang rusak akibat banjir luapan, diantaranya Jalan Ketapang Are, Kecamatan Delima. Jalan Teumpok Laweung, Kecamatan Pidie putus total.

Satu unit rumah milik Murni warga Gampong Babah Jurong, Kecamatan Mila, Kabupaten Pidie rusak setelah dihantam banjir luapan yang terjadi, Minggu (18/1) dini hari. Waspada/Muhammad Riza
Satu unit rumah milik Murni warga Gampong Babah Jurong, Kecamatan Mila, Kabupaten Pidie rusak setelah dihantam banjir luapan yang terjadi, Minggu (18/1) dini hari. Waspada/Muhammad Riza

Di Kecamatan Mila, satu rumah warga di Gampong Babah Jurong milik Murni, 48, mengalami kerusakan akibat diterjang air bah. Di Gampong Pulo Tanjong, Kecamatan Mila jalan amblas akibat tergerus air bah, demikian juga abbudmen jembatan gantung terkikis.

Koordinator Tagana di Dinas Sosial Kabupaten Pidie, Khairunnas, S.Sos melaporkan, sampai saat ini jumlah kecamatan yang terimbas banjir luapan sebanyak enam kecamatan. Jumlah ini masih bisa bertambah mengingat saat ini petugas Tagana dan Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) sedang di lapangan melakukan asesmen pendataan.

Pun begitu ini sebut Khairunnas, Dinsos Kabupaten Pidie terus mempersiapkan bantuan Sembako untuk masa panik yang akan didistrubusikan kepada semua gampong yang terimbas banjir di sejumlah kecamatan.

Khusus Gampong Dayah Tutong, Kecamatan Pidie, Dinsos Pidie akan mendistribusikan logistik supaya warga setempat bisa membuka dapur umum gampong.

“Dapur umum gampong bisa kami buka bila jumlah pengungsi mencapai 2000 jiwa. Tetapi logistik tetap disalurkan selama masa panik,” kata Khairunnas. (b06)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2