Diduga Menipu, Oknum Dokter Ditahan Di Polres Aceh Tenggara

- Aceh
  • Bagikan
Ditahan. Ilustrasi
Ditahan. Ilustrasi

MEDAN (Waspada): Seorang oknum dokter berinisial LMC boru H, dijebloskan ke dalam sel Polres Aceh Tenggara karena diduga melakukan penipuan terhadap Lausma boru Hutabarat, warga Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara.

Tersangka LMC boru H yang berstatus sebagai PNS yang bertugas di Puskesmas Tampahan-Balige, Kabupatan Toba, itu, ditahan terkait tindak pidana penipuan Rp497 juta melanggar Pasal 378 KUHP dengan modus bisa memasukkan korban bekerja di PT Inalum namun sudah 2 tahun korban tidak juga diterima bekerja di perusahaan pabrik aluminium tersebut.

Kepada wartawan di Medan, Rabu (24/11), Henry Sianturi SH dan Muara Gading Sianturi SH selaku kuasa hukum korban Lausma Hutabarat mengapresiasi Kapolres Aceh Tenggara AKBP Bramanti Agus Suyono yang telah menahan tersangka oknum dokter tersebut dan menahannya setelah melakukan pemeriksaan dan didukung dengan bukti-bukti yang kuat.

“Korban mengapresiasi kinerja Kapolres Aceh Tenggara yang telah memeriksa dan menahan oknum dokter yang diduga melakukan penipuan terhadap pencari kerja itu,” ujar Henry kepada Waspada.

Henry menjelaskan, kasus penipuan yang dialami korban berawal pada 2019 lalu, tersangka dokter LMC boru H menjanjikan kepada korban bahwa putri korban bisa dimasukkannya bekerja sebagai pegawai di PT Inalum.

Oknum dokter tersebut juga menjamin bahwa putri korban bisa bekerja di PT Inalum dan tidak perlu khawatir kepada dirinya karena selain PNS, tersangka LMC boru H menyebutkan bahwa suaminya adalah seorang dokter yang menjabat Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Tarutung.

“Untuk memasukkan putri korban bekerja di PT Inalum, oknum dokter tersebut meminta uang sebesar Rp497 juta dan disanggupi oleh korban. Korban juga merasa percaya kepada pelaku, karena selain berstatus sebagai dokter dan PNS, suami pelaku juga bekerja sebagai direktur rumah sakit di Tarutung sehingga korban langsung memberikan uang tunai Rp 497 juta kepada pelaku di Aceh Tenggara,” jelas Henry Sianturi.

Namun, tambah Henry, janji yang diucapkan tersangka kepada korban ternyata tidak terealisasi sampai sekarang ini, apalagi tersangka LMC boru H sulit ditemui dan selalu menghindar bahkan menunjukkan sikap arogan seolah-olah kebal hukum.

“Setelah menerima uang dari korbannya, ternyata anak korban tidak pernah mendapat surat panggilan untuk bekerja. Komunikasi dengan tersangka LMC boru H semakin sulit sehingga korban berusaha meminta agar uangnya dikembalikan,” tambah Henry.

Menurut Henry, karena korban merasa dirinya jadi korban penipuan, akhirnya korban melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Aceh Tenggara sesuai dengan surat laporan pengaduan: LP/B/159/VIII/2021/SPKT/Polres Aceh Tenggara tertanggal 12 Agustus 2021. Selanjut berdasarkan Surat panggilan :S.Pgl/264/XI/2021/Reskrim korban menjalani pemeriksaan. Usai diperiksa, oknum dokter tersebut langsung ditahan.

Henry juga mengharapkan agar Kapolres Aceh Tenggara tidak memberikan penangguhan penahanan terhadap oknum dokter tersebut dan kasus tersebut diselesaikan lewat prosedur hukum yang berlaku di Pengadilan Negeri.

“Harapan kami, Kapolres Aceh Tenggara tidak mengabulkan permohonan penangguhan terhadap tersangka LMC boru H dan menyelesaikan kasus ini lewat ketentuan hukum yang berlaku di pengadilan,” ujar Henry yang juga Ketua Umum Ikatan Pemuda Sumut Jokowi.

Sementara itu, Kapolres Aceh Tenggara AKBP Bramanti Agus Suyono ketika dikonfirmasi Waspada, Rabu (24/11) membenarkan bahwa oknum dokter tersebut telah ditahan.

“Benar, oknum dokter tersebut telah ditahan setelah menjalani pemeriksaan,” ujar AKBP Bramanti Agus Suyono via whatsApp. (m27)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *