Diduga Ditampar Oknum ASN, Para Juru Parkir Datangi Dewan - Waspada

Diduga Ditampar Oknum ASN, Para Juru Parkir Datangi Dewan

  • Bagikan

KUALASIMPANG (Waspada): Juru (tukang) parkir yang bertugas di Pasar yang berlokasi di depan bekas SDN 3 Kualasimpang diduga ditampar oleh oknum pegawai Dinas Perhubungan Kabupaten Aceh Tamiang yang berinitial B.

Eksesnya juru parkir ramai-ramai datang menyampaikan persoalan tersebut kepada Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon di ruang kerjanya, Kamis (21/10).

Pengamatan Waspada.id, pada pertemuan juru parkir dengan Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon dan turut dihadiri Kadis Perhubungan Aceh Tamiang, Drs.Syuibun Anwar, Kamis (21/10) para juru parkir menceritakan peristiwa penamparan yang dilakukan oleh Aparat Sipil Negara (ASN) Dinas Perhubungan Aceh Tamiang yang bertugas mengutip setoran uang parkir yang datang menagih kepada juru parkir .

Menurut juru parkir yang ikut berdelegasi menjumpai Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang, oknum ASN yang berjenis kelamin perempuan itu meminta uang setoran sebesar Rp200 ribu. Namun, petugas parkir hanya sanggup memberikan uang setoran Rp100 ribu kepada oknum tersebut.

Tetapi, ungkap Iwan, oknum tersebut tidak mau menerima dan tetap minta uang setoran Rp200 ribu. Eksesnya oknum itu langsung menarik kerah baju juru parkir dan selanjutnya menamparnya. “Adik sepupu saya ditamparnya karena tidak berikan uang setoran Rp200 ribu,” ungkap Iwan di hadapan Wakil Ketua DPRK dan Kadis Perhubungan Aceh Tamiang.

Juru parkir lainnya mengungkapkan, selama ini sudah bertahun lamanya juru parkir setor uang parkir Rp200 ribu, baik situasi hujan maupun panas tetap diminta uang setoran Rp200 ribu. “Padahal uang yang disetor ke Kas Negara oleh oknum juru parkir hanya Rp90 ribu per hari, tetapi kami diminta harus setor uang parkir hasil pengutipan jaga parkir kenderaan sebesar Rp200 ribu per hari ,”ungkapnya. Lagi pula, imbuh juru parkir, jika situasi hujan tentu tidak banyak warga yang parkir.

Selain itu, ungkap juru parkir, oknum tersebut juga sering memaki dan mengeluarkan kata-kata yang sangat kurang sopan kepada juru parkir ketika meminta uang setoran. ”Kurang beretika dia,” imbuh juru parkir.

Selain itu, ungkap Lilik, oknum tersebut juga mendatangi rumahnya. Padahal Lilik tidak ada urusan dengan parkir dan anehnya oknum tersebut melaporkan Lilik kepada Satpol PP, selanjutnya oknum Satpol PP melaporkan Lilik kepada Kadis Koperindag Aceh Tamiang tempat Lilik bekerja, sehingga dia ditegur oleh Kadiskoperindag.

“Kulit saya memang hitam tetapi jangan saya yang ikut dikambing hitamkan dalam persoalan parkir, sebab yang mengeluarkan surat dilarang parkir di depan pintu gerbang jalan masuk depan SDN 3 itu bukan saya, tetapi Kadiskoperindag dan Sekda Aceh Tamiang yang menerbitkan surat dilarang parkir di lokasi itu,”ungkap Lilik.

Menurut Lilik, apa urusan oknum itu mencari dan mendatangi rumahnya.”Saya tidak ada membuat surat dilarang parkir, saya juga tidak ada minta uang kepada juru parkir. Terus untuk apa pula oknum itu mencari-cari saya dan melaporkan saya kepada Satpol PP,” tegas Lilik.

“Kami mohon jangan sampai rasa kesabaran kami habis, jika sudah habis rasa kesabaran kami akan kami hajar dia yang tidak beretika terhadap juru parkir,” ujar juru parkir pada pertemuan tersebut.

Para juru parkir minta kepada Kadis Perhubungan Aceh Tamiang, Drs.Syuibun Anwar agar secepatnya memecat oknum yang mengutip uang setoran dari juru parkir dan menggantikannya dengan pegawai yang lain.

“Mohon Pak segera pecat dia dan ganti dengan pegawai yang lain untuk kutip uang setoran dari juru parkir,” pinta juru parkir.

Kadis Perhubungan Kab.Aceh Tamiang ,Drs.Syuibun Anwar pada pertemuan tersebut menyatakan jika ada pihak yang merasa dirugikan dipersilakan membuat laporan pengaduan kepada aparat hukum.

“Namun begitu, imbuh Syuibun, sebaiknya masalah ini kita selesaikan secara kekeluargaan untuk mencari solusi terbaik perlu musyawarah dan mufakat secara keluargaan untuk menyelesaikan masalah.

Syuibun juga mengungkapkan, dirinya juga tidak mengetahui pegawai Dinas Perhubungan mengutip uang setoran Rp200 ribu dari juru parkir di lokasi tersebut yang sudah berlangsung lama.

“Selain itu terkait adanya surat dari Diskoperindag dan Sekda tentang dilarang parkir di lokasi tersebut juga saya tidak mengetahuinya karena tidak ada koordinasi dengan Dinas Perhubungan,” ungkap Syuibun.

Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon pada pertemuan tersebut mengatakan sebaiknya terkait persoalan juru parkir ditampar dan terkait tentang Lilik yang dilaporkan oleh Satpol PP kepada Diskoperindag digelar pertemuan dan menghadirkan semua pihak terkait kasus tersebut untuk dimintai penjelasan ,sehingga nantinya bisa dicari solusi yang terbaik untuk penyelesaiannya.

“Mana boleh main tampar dan mana boleh melaporkan orang ke Satpol PP. Selain itu janganlah mengeluarkan kata-kata yang tidak beretika kepada juru parkir yang mencari nafkah untuk kebutuhan keluarga,” ujar Fadlon.(b14)

Keterangan Foto : Juru parkir yang datang ke ruangan Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon dan turut dihadiri Kadis Perhubungan Aceh Tamiang, Drs.Syuibun Anwar, Kamis (21/10)sore. Waspada/ Muhammad Hanafiah

  • Bagikan