Waspada
Waspada » Diduga Belum Kantongi Izin Aktivitas Muatan CPO Di Pelabuhan Susoh Dipertanyakan
Aceh Headlines

Diduga Belum Kantongi Izin Aktivitas Muatan CPO Di Pelabuhan Susoh Dipertanyakan

Wasfina, Kepala UPP Kelas III Susoh, Abdya. Waspada/Syafrizal
Wasfina, Kepala UPP Kelas III Susoh, Abdya. Waspada/Syafrizal

BLANGPIDIE (Waspada): Sejumlah kalangan di Aceh Barat Daya (Abdya), mempertanyakan legalitas penggunaan Pelabuhan Susoh, oleh Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit PT Socfindo, yang menggunakan sarana pelabuhan dimaksud, dalam kegiatan memuat dan mengangkut minyak kelapa sawit, atau lebih dikenal dengan sebutan Crude Palm Oil (CPO).

Sebelumnya sebagaimana diketahui, perusahaan perkebunan kelapa sawit itu, menggunakan Pelabuhan Jetty Ujung Karang Meulaboh, Aceh Barat, dalam kegiatan memuat mengangkut CPO.

“Akan tetapi, sejak beberapa bulan terakhir, perusahaan itu sudah beralih menggunakan Pelabuhan Susoh. Padahal, mereka belum mengantongi izin di perairan kawasan Pelabuhan Susoh,” ungkap sumber Waspada Rabu (22/7), yang minta namanya tidak untuk di publikasi.

Menurutnya, penggunaan pelabuhan berikut kawasan perairannya tanpa mengantongi izin, merupakan tindak pidana, karena melanggar aturan main. Dalam hal ini, yang berwenang adalah Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), yang memiliki fungsi sebagai penyidikan dan penegakan hokum, sesuai Undang-Undang nomor 17 tahun 2008 tentang pelayaran.

“Dalam hal penegakan hukum, KPLP dapat melakukan dengan dua cara, yakni administrative dan pidana, sesuai amanah undang-undang,” sebutnya.

Akan tetapi tambahnya, Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Susoh, yang membawahi KPLP terkesan ‘tutup mata’, dalam menyikapi aktivitas PT Socfindo di pelabuhan itu.

“Informasinya, pihak perusahaan sedang mengurus izin Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) di Pelabuhan Susoh. Izinnya belum turun dan masih pengurusan, bagaimana perusahaan berani melakukan aktivitas. Kami menduga, ada semacam main mata antara pihak perusahaan dengan UPP Kelas III Susoh,” sebutnya.

Sejak 30 Tahun Lalu

Kepala UPP Kelas III Susoh, Wasfina, ditemui Waspada di kantornya membenarkan adanya aktivitas muat dan angkutan CPO milik PT Socfindo di Pelabuhan Susoh.

“Iya benar. Dulunya hanya satu kali dalam satu bulan, karena masih aktif di pelabuhan Meulaboh Aceh Barat. Sekarang sudah dua kali dalam satu bulan. Karena pelabuhan di Meulaboh tidak mereka gunakan lagi,” ungkapnya.

Akan tetapi katanya, untuk diketahui umum, aktivitas bongkar muat CPO PT Socfindo di Pelabuhan Susoh sudah berjalan sejak 30 tahun yang lalu. Saat ini katanya, perairan yang digunakan masih menjadi bagian dari Pelabuhan Umum Susoh.

“Karena masih menggunakan pelabuhan umum tidak memerlukan izin,” katanya.

Dijelaskan, karena masih bersifat pelabuhan umum yang digunakan, pihaknya masih memungut tarif untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari pihak perusahaan, dengan tarif 100 persen.

“Artinya, kita masih memungut tarif normal seratus persen,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini pihak perusahaan sedang mengurus izin untuk membuat Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS). Di mana nantinya, saat izin TUKS keluar, perairan pelabuhan umum Susoh yang digunakan saat ini, akan menjadi TUKS PT Socfindo dan hanya boleh dioperasikan atau digunakan oleh PT Socfindo.

“Orang lain tidak boleh menggunakan lokasi TUKS milik perusahaan,” katanya.

Terkait tudingan ‘main mata’ yang disorot sejumlah kalangan, Wasfina mengatakan hal itu wajar-wajar saja. Karena katanya, mereka tidak tahu aturan mainnya, jika tidak dijelaskan langsung.

“Sebenarnya, untuk saudara ketahui, dengan izin TUKS itu PNBP kita malah berkurang. Karena, jika pelabuhan umum kita pungut PNBP dengan tarif seratus persen. Jika sudah mengantongi izin TUKS, kita hanya bisa pungut delapan puluh persen. Jadi, di mana kita main mata,” pungkasnya.(b21)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2