Di Aceh, Mantan Kadis Syariat Islam Ditahan Kasus Korupsi
banner 325x300

Di Aceh, Mantan Kadis Syariat Islam Ditahan Kasus Korupsi

  • Bagikan
Kapolres Gayo Lues AKBP Carlie Syahputra Bustamam SIK MH, memperlihatkan berkas dan tersangka dugaan korupsi Program Karantina Tahfidz Tahun Anggaran 2019 di Mapolres Gayo Lues di Blangkejeren, Rabu (28/4). Di Aceh, Mantan Kadis Syariat Islam Ditahan Kasus Korupsi. Waspada/Ist
Kapolres Gayo Lues AKBP Carlie Syahputra Bustamam SIK MH, memperlihatkan berkas dan tersangka dugaan korupsi Program Karantina Tahfidz Tahun Anggaran 2019 di Mapolres Gayo Lues di Blangkejeren, Rabu (28/4). Di Aceh, Mantan Kadis Syariat Islam Ditahan Kasus Korupsi. Waspada/Ist

BLANGKEJEREN (Waspada): Setelah menetapkan sebagai tersangka, HS, mantan Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Kabupaten Gayo Lues, ditahan penyidik Satuan Reskrim Polres Gayo Lues.

Diduga, penahanan tersebut atas keterlibatannya saat aktif menjabat dalam kasus dugaan korupsi Program Karantina Tahfidz menggunakan APBK-DOKA tahun 2019.

Selain HS, penyidik juga menahan dua tersangka lain yakni tersangka LM sebagai penyedia tempat pemondokan dan tersangka SH selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Berdasarkan audit yang dilakukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh, kerugian negara mencapai Rp3,7 miliar.

“Tiga tersangka sudah ditahan atas dugaan korupsi dari Program Karantina Tahfidz yang dilaksanakan Dinas Syariat Islam (DSI) Gayo Lues, Tahun Anggaran 2019,” kata Kapolres Gayo Lues AKBP Carlie Syahputra Bustamam SIK MH, dalam konferensi pers di Blangkejeren, Rabu (28/4).

Penetapan dan penahanan terhadap ketiganya, lanjut Carlie, tentu setelah penyidik menemukan fakta-fakta yang mengarah terhadap dugaan tindak pidana korupsi. “Berdasarkan hasil audit BPKP Perwakilan Aceh Nomor SR-0494/PW01/5/2021 tertanggal 4 Maret 2021, kerugian negara atas Program Peningkatan Sumberdaya Santri di Dinas Syariat Islam Gayo Lues Tahun Anggaran 2021 lebih dari Rp3,7 miliar,” sebut Kapolres.

Pasalnya yang dilanggar, sambung Carlie, pasal 2 ayat (1), pasal 9 dan pasal 18 UU RI Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat 1 Ke-1 KUH Pidana.

“Ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara dan paling lama 20 tahun penjara dan denda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp1 miliar,” pungkas Carlie, didampingi Kasat Reskrim Iptu Irwansyah. (b11)

  • Bagikan