Di Abdya, Oknum PNS Zina Dicambuk 100 Kali

  • Bagikan
Pasangan terlarang menjalani eksekusi cambuk masing-masing 100 kali di kompleks Lapas Kelas IIB Blangpidie, Desa Alue Dama, Kecamatan Setia, Kamis (4/11).Waspada/Syafrizal
Pasangan terlarang menjalani eksekusi cambuk masing-masing 100 kali di kompleks Lapas Kelas IIB Blangpidie, Desa Alue Dama, Kecamatan Setia, Kamis (4/11).Waspada/Syafrizal

BLANGPIDIE (Waspada): EV, 40, warga Kecamatan Blangpidie, oknum PNS lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Pemkab Abdya), Kamis (4/11), menjalani eksekusi hukuman cambuk sebanyak 100 kali. Eksekusi berlangsung di kompleks Lapas Kelas IIB Blangpidie, Desa Alue Dama, Kecamatan Setia.

Hukuman cambuk 100 kali yang dijalani oknum PNS nakal itu, terkait kasus zina yang dilakoninya, bersama pasangan non muhrimnya TR, 36, pria beristri warga Kecamatan Manggeng. Kasus zina pasangan terlarang ini, ditangani Satpol PP dan WH Abdya beberapa waktu lalu, serta sudah memiliki putusan hukum tetap (inkrah), dengan nomor petikan 10/Jn/2021/MS.Bpd, dari Mahkamah Syariah Blangpidie. Dalam eksekusi berdasarkan putusan hukum, TR juga menjalani hukuman 100 kali cambuk.

Kedua terdakwa dijerat kasus pelanggaran qanun jinayat atau Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Aceh nomor 6 tahun 2014, dengan hukuman 100 kali cambuk.

Hukum pidana tahun 2014 itu, juga mengatur 10 pidana utama lainnya, yakni khamar (miras), maisir (judi), khalwat (pasangan bukan muhrim), ikhtilath (bermesraan/bercumbu), zina, pelecehan seksual, pemerkosaan, gadzaf (fitnah zina tanpa saksi minimal empat orang), liwath (gay), dan musahaqah (lesbian).

Amatan Waspada.id, di lokasi, kedua terdakwa sempat beberapa kali kewalahan menahan cambuk. Seperti halnya TR, pria yang sudah beristri ini, tampak beberapa kali harus angkat tangan tanda menyerah, karena tidak sanggup menahan hantaman rotan di punggungnya. Saat itu juga algojo langsung menghentikan sejenak eksekusi. Dokter bersama pendamping serta petugas dari Kejari Abdya, mempertanyakan kesanggupan terdakwa.

Demikian juga halnya dengan EV, pada eksekusi cambuk hitungan ke-50 kali, EV tampak sudah tidak sanggup lagi. Kemudian, pihak petugas menghentikan sementara cambukan. Kemudian petugas kembali memanggil terhukum kedua yakni TR, untuk melanjutkan hukuman cambuk.

Prosesi cambuk bagi TR pun berjalan cukup lama. Pasalnya, TR beberapa kali meminta petugas untuk berhenti sejenak. Setelah dilanjutkan hingga cambukan ke 100, darah tampak mulai membasahi baju bagian belakang terhukum. Setelah selesai dari tempat eksekusi, terhukum TR langsung mendapatkan perawatan dari petugas medis.

Begitu TR turun dari pentas, EV kembali dipanggil untuk menuntaskan, hingga pada cambukan ke-66 kembali EV meminta berhenti dan pada hitungan ke-70 kembali mengangkat kedua tangannya, kali ini terlihat janda beranak tersebut mulai menangis.

Dari cambukan ke-70 sampai 100, beberapa kali terhukum mengangkat tangan. Sambil menangis, EV dibopong turun dari panggung. Setelah selesai, EV juga mendapatkan perawatan dari tim medis yang sudah disediakan di lokasi.(b21)


  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.