Waspada
Waspada » Dewan Warning Para Kades Abdya
Aceh

Dewan Warning Para Kades Abdya

Waspada/Syafrizal Julinardi, anggota DPRK Abdya dari Partai Hanura.

BLANGPIDIE (Waspada): Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK), Aceh Barat Daya (Abdya), mengingatkan para Kepala Desa (Kades) yang ada dalam wilayah setempat, agar dalam penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT), tidak tumpang tindih dengan bantuan yang sudah terdaftar dari bantuan sumber lain, selama proses penanganan corona virus (covid-19) ini.

Menurut Julinardi, anggota DPRK Abdya dari Partai Hanura, Kamis (16/4), sebagian warga di wilayah desa masing-masing, diketahui telah terdaftar sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari pemerintah.

Sementara dana desa yang digunakan untuk BLT tersebut, juga menggunakan uang negara.

Artinya kata Julinardi, warga yang sudah menerima PKH dan BPNT dari pemerintah, tidak perlu diberikan lagi BLT dari desa.

“Jika tetap menyalurkan BLT pada penerima PKH dan BPNT, itu sudah menyalahi aturan main, karena sudah tumang tindih,” katanya.

Untuk itu, Julinardi mewanti-wanti para Kades, agar tidak salah arah dalam menyalurkan bantuan BLT, sebagaimana tertera dalam edaran Menteri Desa, yang diteruskan dengan edaran Bupati, tentang penggunaan dana desa untuk penanganan covid-19, termasuk di Abdya.

Julinardi mengatakan, meskipun Bupati sudah menginstruksikan kepada para Kades untuk menggunakan dana desa dalam penanganan covid-19 ini, namun Kades juga perlu waspada dalam menjalankan perintah tersebut.

“Jangan dianggap semua itu bisa dikerjakan sesuka hati. Akan tetapi tetap harus sesuai dengan mekanisme dan regulasi yang ada. Apalagi kita menggunakan uang negara,” tegasnya.

Pihaknya berharap, para Kades arif dan bijaksana dalam memanfaatkan dana, desa untuk membantu masyarakat selama penanganan covid-19 di Abdya, dengan melihat kriteria yang akan mendapatkan bantuan itu.

Sebab, banyak warga desa yang justru tidak masuk dalam daftar PKH dan BPNT, tapi mereka juga tidak mampu dan sangat membutuhkan bantuan.

“Urusan memberi bantuan ini jangan dicampur aduk kedalam ranah politik, siapa dekat dia dapat. Namun perlu mengedepankan jiwa pemimpin yang adil dan profesionalisme, untuk kemaslahatan warganya masing-masing,” sebut Julinardi.

Julinardi mengakui, akan banyak tantangan yang dihadapi Kades saat menyalurkan BLT kepada warganya, nemun Kades harus siap menghadapi itu semua.

“Saya rasa, selama Kades tersebut jujur dan adil, pasti tidak akan ada hambatan. Bahkan Kades tersebut akan terus dicintai rakyatnya,” pungkasnya.(cza)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2