Waspada
Waspada » Dewan Soroti Buruknya Kualitas Air Dan Kenaikan Tarif PDAM Tirta Keumeuneng
Aceh

Dewan Soroti Buruknya Kualitas Air Dan Kenaikan Tarif PDAM Tirta Keumeuneng

Wakil Ketua Komisi III, DPRK Langsa dari Partai Gerindra, Jeffry Sentana. Dewan soroti buruknya kualitas air dan kenaikan tarif PDAM Tirta Keumeuneng. Waspada/dede
Wakil Ketua Komisi III, DPRK Langsa dari Partai Gerindra, Jeffry Sentana. Dewan soroti buruknya kualitas air dan kenaikan tarif PDAM Tirta Keumeuneng. Waspada/dede

LANGSA (Waspada) : Dewan soroti buruknya kualitas air dan kenaikan tarif PDAM Tirta Keumeuneng. Anggota DPRK Langsa dari Komisi III, Jeffry Sentana, menyoroti buruknya kualitas suplay air bersih ke pelanggan yang berlumpur dan kenaikan tarif PDAM Tirta Keumeuneng Langsa, Sabtu (19/9).

“Kita sayangkan sepekan terakhir suplay air PDAM Tirta Keumeuneng ke pelanggan seperti ‘sanger’ artinya airnya keruh berlumpur,” ujar Jeffry.

Dia meminta PDAM Tirta Keumueneng memberikan keterangan yang transparan terkait keluhan masyarakat soal tagihan air yang membengkak selama pandemi Covid 19, menurut Jeffry, penjelasan dari PDAM diperlukan agar masyarakat tidak berburuk sangka.

“PDAM Tirta Kemuning perlu menjelaskan secara transparan untuk meredakan keresahan masyarakat yang kebingungan karena tagihan air membengkak,” kata Jeffry.

Dijelaskannya, bahwa benar dilakukan kenaikan Tarif Air PDAM Tirta Keumueneng melalui Surat Direktur PDAM Tirta Keumueneng No. 483/V.0/2020 Tanggal 27 Februari 2020 yang disahkan melalui Keputusan Wali Kota Langsa No. 215/690/2020.

Kendati demikian, sebelumnya pernah mendengar Direktur PDAM Tirta Keumeueneng menyampaikan ingin menaikkan tarif air dan meminta dukungan DPRK Langsa dengan beralasan kenaikan tarif air ini untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Peningkatan Pelayanan Kepada Masyarakat.

“Saya pribadi tidak pernah menyetujui hal ini disebabkan kinerja PDAM yang tidak ada kemajuan serta inovasi bahkan kualitas air semakin buruk dan stagnan sehingga kenaikan tarif hanya membebani dan menambah penderitaan masyarakat yang sedang terkena dampak langsung maupun tidak langsung di tengah pandemi Covid-19,” tegas Jeffry

Wakil Ketua Komisi III Langsa dari Partai Gerindra, Jeffry Sentana, meminta kepada Wali Kota Langsa mengevaluasi kinerja Direktur PDAM Tirta Keumueneng yang hanya mementingkan korporasi tanpa memikirkan tujuan korporasi itu didirikan untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat.

“Di tengah Pandemi di mana Bantuan Pemerintah Pusat turun ke daerah dengan jumlah yang banyak untuk membantu masyarakat, kebijakan PDAM Tirta Keumueneng malah menambah derita masyarakat. Maka dari itu Wali Kota Langsa perlu mengevaluasi dan jika perlu Dirut PDAM segera dicopot mengingat kebijakan yang menyengsarakan masyarakat di tengah pandemi,” tandas politisi muda itu.

Sementara itu Direktur PDAM Tirta Keumeuneng, Azzahir SE, menyatakan bahwa kondisi kualitas air PDAM memang mengalami keruh dikarenakan beberapa hari ada pemadaman listrik dan secara otomatis pompa mesin tidak maksimal bekerja makanya suplay air sedikit keruh.

Jadi akibat mati listrik mengakibatkan lumpur menggendap menjadi flog dan saat listrik hidup maka secara otomatis air bercampur lumpur tersalurkan kepada pelanggan.

“Itu terjadi secara alami jika listrik mati total dengan waktu yang lama, saat ini kita sedang melakukan pembersihan lumpur yang mengendap dengan cara menembak atau flushing sehingga air yang mengalir ke warga menjadi bersih kembali,” jelas Azzahir.

Terkait kenaikan tarif PDAM, hal tersebut sudah mendapatkan persetujuan Wali Kota Langsa dan hal ini juga adanya pembahasan di tataran Komisi III DPRK Langsa, hal ini dilakukan mengingat kebutuhan maupun tingkat layanan harus adanya kenaikan.

“Atas nama PDAM Tirta Keumeuneng kami mohon maaf karena suplay air beberapa hari lalu kotor, namun kini sudah bersih dan jernih bisa dinikmati warga Langsa,” tukas Azzahir. (b13).

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2