Waspada
Waspada » Data Pasien Covid-19 Berbeda
Aceh

Data Pasien Covid-19 Berbeda

IDI (Waspada): Data pasien Covid-19 di Aceh Timur terjadi perbedaan antara data di Gugus Tugas Provinsi Aceh dengan Gugus Tugas Aceh Timur.

Jubir Tim Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Aceh Timur, Dr. H. Edy Gunawan MARS (foto) menjawab Waspada Minggu (30/8) mengakuinya terjadi perbedaan.

Data yang dikantonginya jumlah pasien Covid-19 Aceh Timur sebanyak 36 orang. Sementara data yang dimiliki tim gugus tugas provinsi sebanyak 39 orang.

Tetapi pihaknya telah sepakat dengan tim gugus tugas, bahwa pasien Covid-19 yang didata di tingkat tim gugus tugas kabupaten adalah pasien yang berdomisili di Kabupaten Aceh Timur dan ber-KTP Aceh Timur.

“Sementara pasien Covid-19 ber-KTP Aceh Timur, namun tidak menetap di Aceh Timur, maka kita tidak memasukkan dalam data kita,” tutur Edy.

Tiga pasien Covid-19 ber-KTP Aceh Timur diakuinya telah masuk dalam data gugus tugas provinsi. Ketiganya diakuinya tidak menetap di Aceh Timur.

“Iya benar, ada tiga nama pasien Covid-19 yang tidak kita masukkan dalam data kita, dua diantaranya warga Aceh Timur dan sudah lama menetap di Banda Aceh. Sementara satu pasien lagi tidak diketahui alamat saat ini, bahkan sudah kita cek seluruh Puskesmas tidak ada nama pasien tersebut,” jelas Edy.

Menurutnya, data yang dimasukkan ke dalam data gugus tugas di kabupaten itu hanya pasien yang positif Covid-19 berdomisili di Aceh Timur dan ber-KTP Aceh Timur, karena setiap pasien yang kita data tersebut memiliki sasaran penanganan dan pencegahan agar kasusnya tidak melebar, baik melakukan rapid tets dan swab test terhadap keluarganya dan melakukan penyemprotan rumahnya dan rumah tetangganya.

“Artinya, jika pasien Covid-19 hanya ber-KTP Aceh Timur dan tidak menetap di Aceh Timur, maka tidak perlu penanganan langsung dari kita dan tim gugus kita tidak perlu mendatangi rumah sesuai dengan alamat di KTP-nya, sebab yang bersangkutan tidak menetap di Aceh Timur, seperti pasien M asal Indra Makmu, Aceh Timur tercatat sebagai penduduk ber-KTP Aceh Timur dan sudah lama menetap di Banda Aceh,” jelas Edy.

Oleh karenanya, Edy mengaku sama sekali tidak sependapat memasukkan data laporan kasus hanya melihat dari KTP, tetapi tidak melihat tempat domosili yang sebenarnya.

“Dari tiga nama yang menjadi perbedaan jumlah data pasien Covid-19 Aceh Timur saat ini, dua diantaranya berdomisili di Banda Aceh dan satu lagi pasien berinisial SA hingga saat ini tidak diketahui alamatnya, meskipun dari data terlihat ber-KTP Aceh Timur,” pungkas Edy.

Masih Positif
Tercatat sebanyak 24 dari 36 pasien Covid-19 masih dinyatakan positif. Sementara 12 lainnya dipastikan sembuh, namun diwajibkan tetap disiplin menjaga protokol kesehatan.

“12 pasien Covid-19 yang sebelumnya dirawat dan isolasi dinyatakan sembuh. Namun 24 lainnya masih dirawat di sejumlah lokasi,” kata Edy.

Edy mengatakan, sejumlah pasien yang sebelumnya dirawat dan diisolasi di RSUD Dr. 1Zubir Mahmud Aceh Timur kini dinyatakan sembuh. Sementara 24 pasien yang masih positif melakukan isolasi di rumah sebanyak 20 pasien dan empat pasien lainnya melakukan isolasi di Gedung Diklat BKPSDM Aceh Timur di Peudawa.

“Orang Dalam Pemantauan atau suspek sebanyak 82 orang, dan seluruhnya telah selesai dilakukan pemantauan. Begitu juga dengan tujuh Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga sudah selesai dilakukan perawatan. Artinya, saat ini tidak ada ODP dan PDP,” sebut Edy.(b11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2