DAS Krueng Tiro Tercemar Limbah, Ikan Mati Massal

DAS Krueng Tiro Tercemar Limbah, Ikan Mati Massal

- Aceh
  • Bagikan
DAS Krueng Tiro yang tercemar limbah. Waspada/Muhammad Riza
DAS Krueng Tiro yang tercemar limbah. Waspada/Muhammad Riza

SIGLI (Waspada): Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Tiro, Kabupaten Pidie tercemar limbah. Ini menyebabkan ikan mati massal

Hal ini seperti terpantau di kawasan sungai Gampong Sukon, Kemukiman Blang Gapu, Kecamatan Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie. Rabu (29/1) siang.

Puluhan ikan berbagai jenis mati terapung di dalam DAS Tiro tersebut.

Belasan warga, dari usia remaja sampai anak-anak turun ke tepi sungai untuk mengambil ikan yang mulai lemas dan terapung di dalam sungai.

Waspada, juga melihat air sungai berwarna hitam. Sementara di tepian, air itu terlihat berwarna hitam pekat.

Keuchik (kepala desa-red) Gampong Sukon, Fauzun mengemukakan, air sungai itu mulai tercemar sejak Selasa (28/1) siang, namun ketika itu warna air belum berubah hitam.

Tetapi warga mulai curiga air dalam sungai tersebut tercemar limbah, pada waktu sore.

Puluhan bocah gampong yang dipimpinnya itu mengaku badannya gatal-gatal setelah mandi di dalam sungai tersebut.

“Tetapi warga baru memastikan kalau air dalam sungai ini sudah tercemar limbah beracun, pada malam hari. Itu, karena air dalam sungai warnanya sudah berubah hitam seperti yang kita lihat sekarang” jelas Fauzun.

Kata dia, dampak dari pencemaran ini telah menyebabkan keresahan bagi warganya.

Para kaum ibu, kata Keuchik Fauzun tidak bisa lagi melakukan aktifitas mencuci di sungai, begitupun para bocah sudah tidak bisa lagi mandi karena badannya gatal-gatal.

“Kami berharap Pemerintah Pidie dapat segera turun memantau sungai kami yang kami duga sudah tercemar libah beracun,” katanya.

Fauzun melanjutkan peristiwa matinya ikan-ikan di dalam sungai ini tidak hanya terjadi sekarang.

Dua tahun silam juga pernah terjadi hal serupa, dan ketika itu sungai tersebut diduga tercemar akibat limbah salah satu usaha industri Sagu di kawasan Mutiara Timur.

“Tetapi kalau sekarang, kami belum tahu apa sebab pencemaran sungai kami ini” katanya.

Belum Dapat Laporan

Camat Kembang Tanjong, Jamaluddin, S.Sos, dikonfirmasi Waspada, mengaku belum mendapat laporan tentang pencemaran air sungai tersebut.

“Maaf saya sedang di Banda Aceh, dan saya belum mendapat laporan terhadap pencemaran sungai ini,” katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pidie Safriazal, SSTP, Mec, yang beberapa kali dihubungi Waspada melalui jaringan telphone tidak bisa tersambung.

“Telephone yang anda hubungi, tidak bisa menerima panggilan” demikian kata salah satu operator telephone selular. (b10)

  • Bagikan