Waspada
Waspada » Darul Ibadah, Dayah Tertua Manggeng Raya Rusak Parah
Aceh

Darul Ibadah, Dayah Tertua Manggeng Raya Rusak Parah

KONDISI bangunan Dayah Darul Ibadah, di Desa Ladang Tuha 1, Kecamatan Lembah Sabil, Abdya, rusak akibat diterjang angin. Foto direkam Rabu (5/8). Waspada/Syafrizal 
KONDISI bangunan Dayah Darul Ibadah, di Desa Ladang Tuha 1, Kecamatan Lembah Sabil, Abdya, rusak akibat diterjang angin. Foto direkam Rabu (5/8). Waspada/Syafrizal 

BLANGPIDIE (Waspada): Dayah Darul Ibadah, di Desa Ladang Tuha 1, Kecamatan Lembah Sabil, Aceh Barat Daya (Abdya) yang merupakan dayah tertua dalam kawasan Manggeng Raya (Kecamatan Manggeng-Lembah Sabil), rusak parah akibat diterjang angin kencang, Minggu (2/8) lalu, sekitar pukul 10:00.

Amatan Waspada di lokasi Rabu (5/8), bangunan dayah yang berumur lebih dari seratus tahun itu, kini sangat memprihatinkan. Beberapa bagian atap bangunan dayah, sudah rusak diterbangkan angin. Sehingga saat turun hujan, air membanjiri seluruh bagian dalam bangunan dayah.

Demikian juga kerusakan terparah ada di bagian dapur dayah. Terjangan angin yang sangat kencang, hampir merubuhkan bangunan dapur. Bahkan, atap dapur hampir keseluruhan rusak dan diterbangkan angin.

Sebagaimana diketahui, Dayah Darul Ibadah merupakan dayah tertua di Manggeng Raya. Dibangun semasa Almarhum Ustadz Teungku Qadi Zamzam. Beliau dikenal sebagai ulama kharismatik yang memiliki sejumlah karomah, pada zaman jauh sebelum Indonesia merdeka.

Sepeninggal Almarhum Ustadz Teungku Qadi Zamzam, kepemimpinan Darul Ibadah, dilanjutkan oleh putra beliau Ustadz Teungku Guru Banta Sulaiman ZA. Beliau dikenal sebagai ulama kharismatik, sekaligus menjadi tangan kanan Almarhum Syeikh Haji Muda Waly Al-Khalidy, pendiri Pondok Pesantren Darussalam Labuhan Haji Aceh Selatan, ulama besar Aceh.

Sepeninggal Almarhum Ustadz Teungku Banta Sulaimain ZA, kelangsungan Darul Ibadah dilanjutkan oleh putra beliau Ustazd Teungku Samsul Qamar ZA dan Teungku Mustafa Salmany ZA. “Dayah kita ini, merupakan sarana peribadatan, dalam mendekatkan diri kepada sang Khalik. Seperti tawajjuh dan lainnya,” ungkap Teungku Mustafa Salmany ZA.

Dikatakan, pasca rusak diterjang angin, bangunan dayah sudah agak susah digunakan untuk sarana ibadah. “Untuk itu, kami mohon perhatian dari pemerintah dan pihak terkait, untuk merehab dayah kita bersama ini,” harapnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, Amiruddin S.Pd, dimintai komentarnya mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menerima laporan tentang kerusakan Dayah Darul Ibadah. Meskipun demikian katanya, pihaknya akan segera cek lokasi “Terimakasih sudah memberitahukan kepada kami. Nanti akan kami kroscek langsung ke lapangan,” sebutnya.

17 Rumah Rusak

Pada kesempatan itu, Amiruddin juga mengungkapkan, sedikitnya ada 17 rumah di Abdya rusak parah, setelah diterpa angin kencang Minggu (2/8) lalu. Rata-rata bangunan rusak akibat tertimpa pohon, sebagiannya lagi atap diterjang angin.

Tersebar di beberapa kecamatan, seperti Lembah Sabil, Manggeng, Tangan-Tangan, Blangpidie, Susoh, Jeumpa dan Kuala Batee. “Kerusakan rata-rata akibat tertimpa pohon yang disebabkan oleh angin kencang, sehingga pohon tersebut tumbang menimpa rumah warga setempat,” ungkapnya.

Namun pihaknya belum bisa merincikan secara pasti, titik lokasi rumah warga yang tertimpa pohon tersebut.

Pasalnya, tim yang membidangi hal itu sedang turun ke lapangan, sekaligus memberikan bantuan berupa seng, triplek, reng dan sejumlah kebutuhan sandang pangan lainnya, untuk keluarga yang rumahnya tertimpa pohon, termasuk atap rumah yang diterbangkan angin.(b21)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2