Waspada
Waspada » Dandim 0104/Atim: Menjadi Personel TNI Dibutuhkan Kesiapan Fisik Dan Mental
Aceh

Dandim 0104/Atim: Menjadi Personel TNI Dibutuhkan Kesiapan Fisik Dan Mental

Dandim 0104/Aceh Timur Letkol Czi Hasanul Arifin Siregar, S.Sos, M.Tr (Han) Menjadi Personel TNI Dibutuhkan Kesiapan Fisik Dan Mental. Waspada/dede
Dandim 0104/Aceh Timur Letkol Czi Hasanul Arifin Siregar, S.Sos, M.Tr (Han) Menjadi Personel TNI Dibutuhkan Kesiapan Fisik Dan Mental. Waspada/dede

LANGSA (Waspada): Dandim 0104/Aceh Timur, Letkol Czi Hasanul Arifin Siregar, S.Sos, M.Tr (Han) mengingatkan kepada calon personel TNI, untuk menjadi seorang TNI tentu saja tidaklah mudah. Banyak tahapan yang harus dilewati. Mulai dari kesiapan fisik dan mental harus dilatih sejak awal.

Apalagi, rekrutmen bagi TNI AD (Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat) di tahun 2021 ini akan segera dilaksanakan diantaranya Calon Taruna Akademi Militer (Catar Akmil), Calon Bintara Prajurit Karir (Caba PK) Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) dan Pria unggulan, Calon Bintara Prajurit Karir (Caba PK) Pria Reguler dan Calon Tamtama Prajurit Karir (Cata PK) Gelombang II.

“Sebagian orang pasti memiliki kepercayaan diri yang tinggi untuk bisa lolos menjadi salah satu anggota TNI. Namun, beberapa orang pasti juga merasa kurang dalam kemampuannya. Kepercayaan diri saja tidaklah cukup dijadikan bekal, agar lolos menjadi anggota TNI,” ungkap Dandim kepada wartawan, Jumat (16/4).

Untuk menjadi seorang anggota TNI, sebut Dandim lagi, khususnya TNI AD ada banyak hal yang perlu dipersiapkan. Pertama, siapkan mental sejak awal.

Kesiapan mental, menjadi bekal utama dalam menghadapi tahapan seleksi. Ketika kita melihat ribuan pesaing pasti kita akan merasa minder dan ragu karena mungkin mereka memiliki badan yang lebih bugar dan nilai akademik yang lebih tinggi. Dari awal inilah mental kita diuji. Siap atau tidak kita bersaing dengan ribuan pesaing dan siapkah kita menerima segala kemungkinan yang akan kita dapatkan di akhir tahapan nanti.

Kedua, jaga kesehatan. Tidak hanya secara jasmani namun juga rohani. Kesehatan jasmani dapat dijaga dengan menjaga pola makan dan memperhatikan asupan gizi yang masuk ke dalam tubuh. Kurangi makanan berlemak, perbanyak air putih, sayuran, dan buah-buahan. Sedangkan menjaga kesehatan rohani dapat dilakukan dengan istirahat yang cukup, memperhatikan waktu tidur, selalu berpikiran positif dan mensyukuri hal-hal kecil yang ada di hidup kita.

Ketiga, lanjut Dandim, lakukan latihan fisik secara rutin. Dengan rutin melakukan olahraga fisik akan mempengaruhi pula kesehatan mental kita. Sesuai dengan semboyan yang sering kita dengar “di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat”, kesehatan fisik seseorang akan mempengaruhi kesehatan mental. Dengan memiliki fisik yang kuat, kita juga akan siap menghadapi serangkaian tes fisik yang akan diberikan nantinya.

Keempat, berkepribadian yang baik dan disiplin, memiliki kepribadian yang bagus tidaklah sama dengan berusaha menjadi orang lain. Menjadi pribadi yang lebih baik berarti anda harus menemukan kebaikan diri dan membuatnya terlihat lebih jelas bagi semua orang lain.

Selalu ada cara yang bisa dilakukan untuk memperbaiki diri, tetapi aspek yang paling utama dalam melakukannya adalah dengan merasa nyaman saat menjadi diri sendiri. Sedangkan disiplin adalah suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses serangkaian perilaku yang menunjukkan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan ketertiban.

“Ciri ciri orang disiplin, selalu mentaati peraturan. Selalu tepat waktu. Materi-materi yang akan diberikan saat seleksi tidak jauh berbeda dengan materi yang diberikan saat sekolah. Selain mempelajari materi umum, kita juga dapat mempelajari materi tes psikologi, tes kepribadian, tes wawancara dan lainnya. Dengan begitu, berkepribadian yang baik dan disiplin yang kita aplikasikan akan sangat membantu dalam mengerjakan soal saat seleksi nanti,” tegasnya.

Terakhir, yang tidak kalah penting adalah meminta doa orang tua dan mendekatkan diri ke pada Tuhan Yang Maha Esa. Doa dan restu orang tua tentu saja sangat membantu kita dalam kelancaran saat mengikuti seleksi. Dengan izin orang tua segala sesuatu akan dipermudah. Begitu juga dengan bantuan tangan Tuhan. Perbanyaklah berdoa kepada Tuhan dan mendekatkan diri ke padaNya, karena izin Tuhan akan menjadi penentu, akankah kita lolos atau tidak.

“Dengan memperhatikan kelima poin tersebut ditambah dengan totalitas kita dalam menjalani setiap tahapan seleksi, akan membawa kita ke arah keberhasilan dan kesuksesan seleksi menjadi anggota TNI AD. Selamat berjuang…!!!,” pungkas perwira menengah berpangkat melati dua di pundak itu.(b13)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2