Waspada
Waspada » Dandim 0104/Atim: Gemah Ripah Loh Jinawi, Toto Tentrem Kerto Raharjo
Aceh

Dandim 0104/Atim: Gemah Ripah Loh Jinawi, Toto Tentrem Kerto Raharjo

 

LANGSA (Waspada): Dandim 0104/Aceh Timur Letkol Czi Hasanul Arifin Siregar SSos MTr (Han) (foto) menegaskan pihaknya bersama seluruh babinsa Kodim 0104/Atim akan selalu mewujudkan wilayah Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Timur mengedepankan filosofi gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto raharjo

“Gemah Ripah Loh Jinawi Toto Tentrem Kerto Raharjo mempunyai arti dan filosofi yang sangat mendalam,” sebut Dandim kepada wartawan, Minggu (7/3).

Lanjut Dandim, gemah ripah loh jinawi berarti kekayaan alam yang melimpah, sedangkan toto tentrem kerto raharjo berarti keadaan yang tentram.

Makna filosofi dari dua kata tersebut mempunyai harapan yang luar biasa untuk masa depan dan doa masyarakat wilayah binaan Kodim 0104/Atim yakni Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Timur.

“Kita sebagai generasi muda yang merupakan bentuk miniatur negara, senantiasa harus menjadikan negara kita ini toto tentrem kerto raharjo dengan memanfaatkan gemah ripah loh jinawi yang kita miliki demi terciptanya masyarakat yang makmur,” tegasnya.

Dalam rangka mewujudkan wilayah Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Timur yang
gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto raharjo, kami selaku Satuan Komando Kewilayahan (Satkowil) akan selalu siap membantu masyarakat melalui program yang sudah diperintahkan oleh Satuan atas seperti mendukung Ketahanan Pangan Nasional, Membantu Polri dalam bidang Kamtibmas, dan membantu Pemerintah Daerah dalam pembangunan.

“Tak lupa menjaga hubungan emosional dengan masyarakat melalui serangan teritorial yakni gotong royong, dalam bidang keagamaan seperti Safari Subuh dan masih banyak lagi yang lainnya,” ungkap Dandim lagi.

Maka dari itu, seorang prajurit harus berada di tengah masyarakat untuk mengatasi kesulitan rakyat.

Sebab, rakyat merupakan ibu kandung TNI.

Sejatinya, imbuh pejabat nomor satu di wilayah teritorial Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Timur ini, roh TNI terletak pada kekuatan rakyat.

“Jika sampai menyakiti rakyat, sama saja menyakiti ibu kandung sendiri,” jelasnya.

Bukan hanya itu, ia pun meminta seluruh prajuritnya agar mampu memberikan yang terbaik untuk masyarakat, terlebih ketika menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai prajurit.

“Sehingga keberadaan TNI akan selalu dinantikan dan di rindukan oleh rakyat,” pungkas perwira berpangkat melati dua dipundak itu. (b13)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2