Waspada
Waspada » Cleaning Service RSUD TCD Demo Tuntut Kejelasan Hak Paska Dipecat Sepihak
Aceh

Cleaning Service RSUD TCD Demo Tuntut Kejelasan Hak Paska Dipecat Sepihak

 

SIGLI (Waspada): Belasan Cleaning Service (CS) exs Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chik Ditiro, berdemonstrasi di teras kantor bupati Pidie, Senin (19/4) pagi.

Aksi ini mereka lakukan untuk menuntut kejelasan hak sebagai tenaga kerja yang belum dipenuhi, setelah managemen RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli secara sepihak memecat mereka beberapa waktu lalu.

Amatan Waspada, kedatangan massa demonstran exs CS RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli di teras Kantor bupati Pidie dengan membawa spanduk besar bertuliskan “ Penuhi Hak Kami. Kenapa Kami Dipecat Sepihak?”

Aksi demonstrasi para eks CS RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli, itu juga mendapat pengawalan dari aparat kepolisian. Tidak lama melakukan orasi di teras kantor bupati Pidie, Sekda Pidie H Idhami, S.Sos, MSi, lalu keluar dari ruang kerjanya dan meminta belasan demonstras untuk masuk ke ruang Oproom kantor bupati setempat.

Salah seorang perwakilan Cleaning Service, Irmasyah Fitriani, mengatakan pemecatan sepihak yang dilakukan managemen RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli setelah para CS mogok kerja.

 

“ Mogok kerja, itu kami lakukan spontan karena honor kami tidak dibayar oleh pihak managemen. Terakhir honor kami dibayar Januari 2021. Megang Puasa kami sangat sedih pak” cerita Irma saat beraudiensi dengan Pemkab Pidie yang dipimpin Sekda Pidie H.Idhami.

Irma mengungkapkan, sejatinya honor CS yang diterima per bulan tidak besar, dan angka pun bervariasi, mulai Rp 850.00, dan Rp 1juta. Pun begitu, mereka sangat berharap uang honorium hasil kerja mereka per bulan itu bisa dibayar, dan bukan sangksi berupa pemecatan sepihak yang diharapkan. Kononlagi kata dia ditengah pandemic Covid-19 sulitnya mencari pekerjaan sementara mereka harus membiaya kebutuhan hidup. Misalkan seperti membayar uang kuliah putra –putri mereka dan sebagainya. “ Apalagi kami butuh uang untuk menghadapi megang puasa dan membeli kebutuhan baju baru buat anak-anak kami pada lebaran Idul Fitri” katanya.

Sekda Pidie, H Idhami, S.Sos, MSi mengatakan kedatangan para CS eks RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli melakukan audiensi dengan Pemkab Pidie di kantor bupati suatu kebahagian. Hal itu kata Idhami karena Pemkab Pidie bisa mendapat informasi langsung dari para CS.

 

Bagi Pemkab Pidie, tuntutan dari eks para CS RSUD Tgk Chik Ditir, ini merupakan masukan untuk diinstropeksi, keberadaan seluruh aparatur khususnya yang ada di RSUD Tgk Chik Ditiro.

Terhadap status para eks CS RSUD Tgk Chik Ditiro. Sekda Pidie H Idhami mempertanyakan para CS harus melakukan mogok kerja yang berbuntut pemecatan yang dilakukan oleh managemen RSUD Tgk Chik Ditiro. Karena H. Idhami menegaskan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak managemen RSUD Tgk Chik Ditiro.

“ Jangan hanya kita mendengar satu pihak. CS kita dengar, pihak managemen RSUD Tgk Chik Ditiro, pun harus kita dengar. Tetapi ketika kesimpulan yang kita ambil nanti, tidak menimbulkan unsure fitnah. Apalagi ini bulan ramadhan” katanya.

Lanjut H.Idhami, terkait dengan tuntutan honor yang belum dibayar, Sekda Pidie memastikan yang sudah bekerja dibayar lunas. “ Kalau sumbernya dari APBK memang tidak kami coret, meskipun terkena refocusing anggaran dan penyesuaian anggran” katanya.

Dalam kesempatan itu, Sekda Pidie menegaskan Pemkab Pidie sesuai arah bupati Pidie Roni Ahmad akan memperjuangkan Hak-hak dan kewajiban para eks Cleaning Servis RSUD Tgk Chik Ditiro yang memang patut dan pantas ketentuan yang ada. “ Saya pastikan honor bapak-bapak dan ibu-ibu semua dinbayar sesuai dengan sejauh mana yang sudah bekerja” tegas H. Idhami.

Selanjutnya untuk menyelesaikan persolan ini, Pemkab Pidie akan memanggil managemen RSUD Tgk Chik Ditiro bersama Direktur dan Wardir Umum terkait persoalan pemecatan para Cleaning Service. “ Kami harapkan persoalan seper ti tidak lagi terulang”tandasnya.

*Tidak Dipecat*

Terpisah, Wadir Umum RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli, Muhammad Nur, SKM,MKM, membantah pemecatan Cleaning Service (CS) secara sepihak. “ Kami sampai sekarang tidak memecat mereka. Jika ada yang mengaku mereka kami pecat, mana surat pecatnya” katanya.

Terang M.Nur, masalahnya mucul para CS tersebut mendesak managemen membayar honor mereka sampai Maret 2021. Sementara honor bulan Januari dan Februari sudah kita bayar. “ Sekarang sedang dalam proses pembayaran honor CS bulan Maret” katanya.

Namun karena mereka ngotot mogok kerja sebelum honor bulan Maret 2021, mereka dibayar. Maka managemen RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli mencari pengganti mereka sementara waktu. Hal itu dilakukan untuk member rasa nyaman dan aman kepada pasien yang sedang dirawat. “ Jadi bisa dibayangkan tidak, jika sehari saja komplek rumah sakit tidak dibersihkan, pasti akan baud an kotor. Karena itulah kami menggukan pengganti mereka. Jika mereka di pecat pasti ada surat pemecatannya” kata M.Nur menjelaskan. (b06)

Teks Photo: Para Cleaning Service (CS) di RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli, Kabupaten Pidie melakukan unjuk rasa di Teras kantor bupati setempat. Senin (19/4) Waspada/Muhammad Riza

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2