Waspada
Waspada » Cegah Pemulangan TKI , Pengawasan Pesisir Selat Malaka Diperketat
Aceh

Cegah Pemulangan TKI , Pengawasan Pesisir Selat Malaka Diperketat

SISIR SELAT MALAKA: Kapolsek Peureulak Barat Iptu Eko Hadianto, bersama personelnya menyisir pesisir Selat Malaka untuk mencegah pemulangan TKI illegal di Pantai Kuala Peureulak Barat, Aceh Timur, Senin (30/3) malam. Waspada/M. Ishak
SISIR SELAT MALAKA: Kapolsek Peureulak Barat Iptu Eko Hadianto, bersama personelnya menyisir pesisir Selat Malaka untuk mencegah pemulangan TKI illegal di Pantai Kuala Peureulak Barat, Aceh Timur, Senin (30/3) malam. Waspada/M. Ishak

PEUREULAK (Waspada): Untuk mencegah pemulangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Aceh melalui sejumlah ‘kuala tikus’, personel Polres Aceh Timur dan polsek akan terus melakukan patroli dengan menyisir sepanjang pesisir pantai Selat Malaka, mulai dari perbatasan wilayah hukum Aceh Timur dengan Kota Langsa dan perbatasan Aceh Timur dengan Aceh Utara.

“Dalam sepekan terakhir personel kita sudah melakukan patroli siang dan malam sepanjang pesisir Selat Malaka. Ini bertujuan untuk menghindari pemulangan TKI illegal dari negara-negara tetangga,” kata Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro, S.Ik, MH, didampingi Wakapolres Kompol Warosidi, dan Kabag Ops AKP Salmidin, menjawab Waspada, Selasa (31/3).

Memperketat Jalur keluar – Masuk kapal

Selain itu, Satpol-Air bersama Keamanan Laut (Kamla) untuk memperketat jalur keluar – masuk kapal-kapal nelayan melalui muara PPN Idi, karena tidak tertutup kemungkinan para TKI akan menyamar sebagai nelayan untuk kembali ke Aceh. “Hal ini kita lakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 didaerah ini,” kata Eko.

Menurutnya, mencegah atau mendata orang-orang yang pulang dari negara tetangga dengan beberapa alasan, salah satunya bahwa orang-orang yang kembali dari luar negeri belum tentu sehat, apalagi yang bersangkutan pulang dari negara terjangkit seperti Malaysia.

Begitu juga sebaliknya, orang yang baru tiba dari luar negeri atau luar daerah juga belum tentu sakit atau terjangkit virus Corona.

Oleh karenanya, solusi yang tepat saat ini sesuai dengan maklumat dan himbauan pemerintah adalah dengan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari tanpa harus melakukan kontak langsung dengan lawan bicaranya, termasuk tidak boleh keluar rumah.

“Jika selama 14 hari tidak ada keluhan kesehatan, maka silakan berbaur. Tapi bila tiba-tiba mengeluh sakit dan kriterianya sakitnya sama seperti orang yang terserang Covid-19, maka segera menghubungi aparat desa atau dokter di puskesmas untuk ditangani secara medis,” imbau kapolres.

Sementara itu, Kapolsek Peureulak Barat Iptu Eko Hadianto, bersama personelnya dan anggota Koramil 15 PLKB melakukan penyisiran patroli dan penyisiran disejumlah desa hingga ke pesisir pantai, Senin (30/3) malam.

Patroli yang dilakukan sejak pukul 21:00 – 02:00 dinihari itu bertujuan untuk mencegah pemulangan TKI illegal asal Aceh Timur melalui jalur laut.

“Kita juga membangun komunikasi dengan aparat desa dan panglima laot agar mendata orang-orang yang pulang dari luar negeri, terutama pulang dari negara terjangkit.

Ini bertujuan mencegah penyebaran virus Corona,” kata Iptu Eko Hadianto seraya menandaskan, pihaknya akan terus mengawasi sejumlah kuala tikus di wilayah itu guna mencegah berbagai aksi kejahatan lainnya. (b24).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2