Waspada
Waspada » Camat Komitmen Terapkan SDGs Demi Pertumbuhan Ekonomi Mikro
Aceh

Camat Komitmen Terapkan SDGs Demi Pertumbuhan Ekonomi Mikro

Camat Langsa Barat, Hady Wijaya, SSTP, MSP, saat memimpin rapat percepatan SDGs dengan para geuchik dan aparatur gampong di Aula Kantor Camat, Selasa (20/4). Camat Komitmen Terapkan SDGs Demi Pertumbuhan Ekonomi Mikro. Waspada/dede
Camat Langsa Barat, Hady Wijaya, SSTP, MSP, saat memimpin rapat percepatan SDGs dengan para geuchik dan aparatur gampong di Aula Kantor Camat, Selasa (20/4). Camat Komitmen Terapkan SDGs Demi Pertumbuhan Ekonomi Mikro. Waspada/dede

LANGSA (Waspada) : Pemerintahan Camat Langsa Barat terus berupaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) dalam pemerintahan desa, mengingat adanya segudang manfaat yang akan diraup apabila sukses mengimplementasikan SDGs.

Camat Langsa Barat, Hady Wijaya, SSTP, MSP, saat memimpin rapat dengan para geuchik dan aparatur gampong di Aula Kantor Camat, Selasa (20/4).

Menurutnya, tujuan SDGs yang paling utama adalah mengatasi kemiskinan, kesenjangan sosial, dan perubahan iklim.

“Dalam konteks pembangunan desa, saat ini dibutuhkan arahan pembangunan yang lebih sesuai kondisi lapangan, yaitu yang detil atau mikro, mencakup aspek metode, substansi, dan tujuan akhir, serta tertuju pada kawasan yang sangat kecil, sampai pada pemanfaat keluarga atau individu,” paparnya.

Selain itu juga SDGs di Indonesia menjadi tujuan pembangunan berkelanjutan yang berposisi mengisi segenap kebutuhan tersebut. SDGs menggabungkan seluruh konsep pembangunan yang pernah disusun manusia, sebagai konperensi tingkat tinggi yang diselenggarakan Perserikatan Bangsa – Bangsa (PBB) selama ini. Seperti pembangunan sosial, pembangunan ekonomi, pembangunan lingkungan, resiliensi terhadap bencana, kependudukan, dan sebagainya.

Menurut Hady, ada 11 SDGs memenuhi kebutuhan akan detil pembangunan yang lebih sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Di Indonesia, SDGs diterjemahkan sampai level desa menjadi SDGs desa. berdasarkan pengalaman penyusunan data mikro by name by address untuk bantuan langsung tunai dana desa, yaitu 8 juta keluarga pemanfaat hanya dalam waktu 2 bulan, kini disadari bahwa mendata dari desa adalah satu-satunya kesempatan untuk memutakhirkan data mikro.

Selanjutnya dengan adanya penyusunan data mikro ini berarti saudara-saudara telah menghayati dan mengamalkan sila yang empat dari pancasila, yakin dengan semangat gotong-royong segala kesulitan yang menghambat dan menghalangi kelancaran penyusunan data mikro ini pasti akan dapat diatasi.

“Untuk itu, marilah kita bersama-sama kita pikirkan bagaimana cara mengatasinya, kami kira banyak cara atau jalan yang dapat dicoba dan ditempuh untuk penyusunan data mikro, kami mengajak saudara-saudara untuk bisa berkorban demi terwujudnya mengimplementasikan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat berbasis data ini,” pintanya.

Sementara itu Tenaga Ahli (TA), Mujibul Ikhsan menyatakan, SDGs ini memiliki 18 program dan bila ini dapat diimplementasikan akan mempercepat proses pembangunan yang diawali dari desa.

“Kita minta pemerintahan gampong agar secepatnya menuntaskan pendataan SDGs meskipun dari 13 gampong masih ada 2 gampong lagi yang belum tuntas penerbitan SK relawan SDGs,” tukasnya. (b13)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2