Butuh Rekonstruksi Pembunuhan Gajah

Butuh Rekonstruksi Pembunuhan Gajah

- Aceh
  • Bagikan
DIGIRING: Polisi menggiring lima tersangka dalam kasus pembunuhan gajah Sumatera dan pelaku jual beli gading gajah saat digiring di Mapolres Aceh Timur di Idi, Kamis (19/8) lalu. Waspada/M. Ishak
DIGIRING: Polisi menggiring lima tersangka dalam kasus pembunuhan gajah Sumatera dan pelaku jual beli gading gajah saat digiring di Mapolres Aceh Timur di Idi, Kamis (19/8) lalu. Waspada/M. Ishak

IDI (Waspada): Penyidik Kepolisian Resort (Polres) Aceh Timur diminta untuk menggelar rekonstruksi pembunuhan gajah Sumatera yang bangkainya mati mengenaskan dalam PT Bumi Flora, Desa Jambo Reuhat, Banda Alam, Aceh Timur, baru-baru ini.

Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Safaruddin SH, kepada Waspada.id, Selasa (14/9) menjelaskan, rekonstruksi dibutuhkan untuk untuk melengkapi berkas kasus pembunuhan gajah Sumatera yang dilakukan pelaku secara berencana dengan cara meracuninya.

“Dalam rekonstruksi nantinya akan terlihat adegan-adegan pelaku dalam menghabisi gajah Sumatera, mulai dari mendapatkan racun hingga memenggal kepala gajah sumatera dan menjualnya gading gajah itu ke pembeli pertama, kedua, ketiga dan keempat,” jelas Safaruddin.

Selain itu, rekonstruksi juga akan terlihat tahapan dan proses dibunuhnya gajah Sumatera. Di sisi lain, rekonstruksi itu untuk memastikan bahwa pelaku yang sudah ditangkap benar-benar sosok pembunuh gajah yang ditangkap di tempat persembunyiannya.

“Dalam rekonstruksi itu nantinya akan terlihat tingkat kekejaman pelaku dalam menghabisi satwa dilindungi,” sebut Safaruddin, seraya menambahkan, rekonstruksi juga berguna untuk melengkapi berkas perkara yang diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Diharapkan, setelah konstruksi selesai maka penyidik kepolisian dapat segera menyerahkan berkas perkara pembunuhan satwa dilindungi jenis gajah sumatera ke JPU untuk dijadwalkan persidangan. “Kita juga akan kawal kasus kejahatan satwa ini hingga putusan,” demikian Safaruddin.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seekor gajah jantan mati terbunuh dengan kondisi mengenaskan dalam PT Bumi Flora, Desa Jambo Reuhat, Banda Alam, Aceh Timur, Sabtu (10/8) lalu. Berdasarkan hasil nekropsi yang dilakukan pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, gajah jantan itu mati akibat keracunan, karena dua bungkusan racun ditemukan dalam saluran pencernaan.

Setelah dilakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi, akhirnya otak dibalik pembunuhan gajah sumatera itu berhasil ditangkap di tempat persembunyiannya di Kabupaten Bireuen. Tak hanya pelaku utama, namun pembeli gading gajah mulai pembeli pertama, kedua, ketiga dan keempat juga berhasil diringkus. (b11)

  • Bagikan