Bupati Sudah Lapor Ke Gubernur Soal Penutupan Posko Perbatasan Aceh-Sumut

  • Bagikan
Suasana kenderaan yang melintasi badan jalan di kawasan pintu gerbang perbatasan Provinsi Aceh-Sumatera Utara yang berlokasi di Kampung Seumadam, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang. Bupati sudah lapor ke Gubernur soal penutupan Posko perbatasan Aceh-Sumut. Waspada/Muhammad Hanafiah
Suasana kenderaan yang melintasi badan jalan di kawasan pintu gerbang perbatasan Provinsi Aceh-Sumatera Utara yang berlokasi di Kampung Seumadam, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang. Bupati sudah lapor ke Gubernur soal penutupan Posko perbatasan Aceh-Sumut. Waspada/Muhammad Hanafiah

KUALASIMPANG (Waspada): Bupati Aceh Tamiang yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19, H. Mursil, SH, M.Kn sudah melapor kepada Gubernur Aceh, Ir. H. Nova Iriansyah, MT tentang penutupan Posko pemeriksaan dan pengetatan penjagaan perbatasan dalam menekan lonjakan kasus Covid-19 di Provinsi Aceh khususnya Aceh Tamiang pada Posko Check Point Kampung Seumadam Kecamatan Kejuruan Muda yang diberhentikan mulai Jumat (11/12) hari ini.

Informasi yang diperoleh Waspada.id dari Kabag Humas Setdakab Aceh Tamiang, Jumat (11/12) siang, Agusliayana Devita menyebutkan, keputusan tersebut secara resmi diajukan oleh Bupati Aceh Tamiang H. Mursil, SH, M. Kn selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Aceh Tamiang kepada Gubernur Aceh melalui Surat Nomor : 440/5968 pada 08 Desember 2020.

Surat pengajuan tersebut, ungkap Devi, dikeluarkan Bupati Aceh Tamiang atas beberapa dasar. Hal yang paling mendasar terletak pada bantuan anggaran untuk personel yang menjaga pos perbatasan. Posko tersebut juga dibentuk atas perintah dan kebijakan dari Gubernur Aceh sesuai suratnya bernomor 440/10863 yang dikeluarkan di Banda Aceh pada 04 Agustus 2020 dengan bantuan anggaran dari Provinsi.

Selain itu, Devi juga menjelaskan, aparat pengamanan dari personel TNI dan Polri tengah berfokus pada penjagaan dalam meyambut Natal dan Tahun Baru, serta cuaca ekstrim akhir-akhir ini yang melanda Aceh Tamiang dengan intensitas curah hujan yang cukup tinggi membuat bupati bersama jajarannya di BPBD berfokus pada persiapan penanganan bencana, bila nantinya hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

Devi menegaskan, menurut Bupati Aceh Tamiang, dengan ditutupnya pos perbatasan tersebut, bukan berarti Satgas Penanganan Covid-19 Aceh Tamiang berhenti mengupayakan pencegahan. Aktivitas penanganan Covid-19 terus dilakukan dengan menguatkan koordinasi dan sinergitas yang telah terbentuk mulai dari kecamatan sampai ke tingkat kampung.

Gubernur Aceh, Nova Iriansyah ketika ingin dikonfirmasi terkait penutupan Posko Perbatasan Aceh-Sumatera Utara, Jumat (11/12), nomor handphonenya tidak dapat melayani panggilan dan begitu juga ketika pesan WhatsApp yang dikirim Waspada.id belum dibalas, sehingga belum diperoleh penjelasan apakah Posko Check Point tersebut setelah ditutup akan dibuka dan difungsikan kembali.(b14)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *