Waspada
Waspada » Bupati Perintahkan Seluruh SKPK Ambil Langkah Tanggap Bencana
Aceh Headlines

Bupati Perintahkan Seluruh SKPK Ambil Langkah Tanggap Bencana

Bupati Aceh Utara H.Muhammad Thaib bersama SKPK melihat langsung korban banjir. SKPK diminta melakukan tanggap bencana, termasuk contigency plant (rencana darurat) pasca banjir, Senin (7/12). Bupati Perintahkan Seluruh SKPK Ambil Langkah Tanggap BencanaWaspada/Ist
Bupati Aceh Utara H.Muhammad Thaib bersama SKPK melihat langsung korban banjir. SKPK diminta melakukan tanggap bencana, termasuk contigency plant (rencana darurat) pasca banjir, Senin (7/12). Bupati Perintahkan Seluruh SKPK Ambil Langkah Tanggap BencanaWaspada/Ist

ACEH UTARA (Waspada): Dalam siaran pers yang dikirim Kabag Humas Pemkab Aceh Utara, Andre Prayudha, Senin (7/12) sore menyebutkan, Bupati Aceh Utara, H Muhammad Thaib perintahkan seluruh SKPK untuk ambil langkah tanggap bencana.

“Bapak bupati tadi telah mengeluarkan perintah kepada seluruh SKPK dan para Camat di 27 kecamatan untuk mengambil langkah tanggap bencana. Bukan hanya mereka, perintah itu juga berlaku bagi 852 desa di Aceh Utara,” kata bupati melalui Kabag Humas, Andre Prayudha, Senin (7/12) sore.

Perintah bupati tersebut dikeluarkan karena melihat intensitas hujan dan debit air yang besar sehingga merendam sebagian besar wilayah Aceh Utara.

“Hampir semua kecamatan yang ada di Aceh Utara terendam banjir, saya Bupati Aceh Utara telah perintahkan seluruh unit pemerintahan di bawah koordinasi saya untuk terus meng-update situasi dan melakukan langkah langkah tanggap bencana,” tegas Muhammad Thaib melalui siaran pers itu.

Tanggap bencana dimaksud, lanjut Bupati, termasuk contigency plan pasca banjir, di tengah keterbatasan anggaran akibat wabah Covid 19. “Kami telah semaksimal mungkin melakukan langkah-langkah dalam menghadapi bencana banjir ini.”

Masih menurut Cek Mad, sapaan akrab Bupati Aceh Utara itu, yang paling penting ingin disampaikan adalah menyangkut bendungan Krueng Pase dengan permasalahan yang juga sangat komplit.

Persoalan komplit itu adalah mulai dari pemilik lahan yang sampai saat ini terus bertahan dengan cara pandangnya sendiri hingga persoalan-persoalan lain yang belum tuntas sampai sekarang ini.

“Untuk itu, perlu mengintegrasikan kewenangan dan peran Pemkab, Pemprov dan Pemerintah Pusat, saya sebagai Bupati Aceh Utara berharap kepada Pemerintah Pusat dan Provinsi untuk memprioritaskan permasalahan bendungan Krueng Pase, karena ini bukan masalah banjirnya saja, tetapi juga menyangkut hasil tanam, ternak dan harta benda masyarakat yang setiap tahunnya merugi akibat imbas banjir,” ungkap Cek Mad lagi.

Kepada masyarakat Aceh Utara yang saat ini yang ditimpa bencana banjir, Cek Mad menyatakan turut prihatin dan berduka atas musibah tersebut.

“Mohon doa dari semua pihak, mudah-mudahan semua yang kita hadapi saat ini segera berakhir. Saya yakin pembangunan bendungan Krueng Pase segera terealisasi, meskipun harus saya pertaruhkan jabatan saya sebagai Bupati Aceh Utara,” tegasnya.

Cek Mad mengatakan, pihaknya telah memerintahkan Kepala BPBD Aceh Utara untuk segera mengkomunikasikan dan berkoordinasi dengan PT PLN, PDAM dan PT Telkom agar memastikan dalam kondisi banjir ini masyarakat tetap mendapatkan pelayanan prima, khususnya terhadap ketersediaan listrik, air bersih dan jaringan komunikasi.

“Jaringan listrik agar secepatnya dapat dipulihkan di daerah-daerah yang terdampak banjir, begitu juga air PDAM dan jaringan Telkom. Kami minta agar bertindak cepat agar kebutuhan air dan komunikasi masyarakat tidak terganggu,” kata Cek Mad penuh harap. (b07/b08)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2