Waspada
Waspada » Bupati Mursil Bermohon Maaf Kepada Mahasiswa
Aceh Headlines

Bupati Mursil Bermohon Maaf Kepada Mahasiswa

Bupati Aceh Tamiang, H. Mursil saat menerima audensi perwakilan mahasiswa untuk menyampaikan permintaan maaf terkait statement mahasiswa demo UU Omnibus Law minta uang. Bupati Mursil bermohon maaf kepada mahasiswa. Waspada/Ist
Bupati Aceh Tamiang, H. Mursil saat menerima audensi perwakilan mahasiswa untuk menyampaikan permintaan maaf terkait statement mahasiswa demo UU Omnibus Law minta uang. Bupati Mursil bermohon maaf kepada mahasiswa. Waspada/Ist

KUALASIMPANG (Waspada): Bupati Aceh Tamiang, H. Mursil secara terbuka dan berbesar hati menyatakan sikap permohonan maaf atas statement yang disampaikannya dalam Diskusi Pemuda yang digelar usai pelaksanaan Upacara Bendera Hari sumpah Pemuda ke 92 pada 28 Oktober 2020 lalu.

Bahkan pada Senin (2/11) Bupati Aceh Tamiang didampingi Kadis DPMKPPKB, Mix Donal dan Kabag Humas Setdakab Aceh Tamiang, Agusliayana Devita menerima langsung audiensi perwakilan Mahasiswa dan Pemuda Aceh Tamiang di ruang rapat Bupati.

Dalam penjelasan yang disampaikan Bupati Mursil, tidak sedikitpun dirinya bermaksud untuk menyinggung perasaan para mahasiswa dan pemuda Aceh Tamiang ketika itu, justru sebaliknya dukungan dan atensi Ia berikan untuk kemajuan pemuda dan pemudi Bumi Muda Sedia.

Bupati Mursil berharap klarifikasi yang disampaikan nantinya dapat menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi antara dirinya dan mahasiswa. “Saya sebelumnya minta maaf jika pernyataan beberapa waktu lalu telah menyinggung perasaan para mahasiswa, persoalan yang tengah kita hadapi ini hanyalah persoalaan kesalahpahaman atau miss komunikasi,” demikian ungkap Bupati Aceh Tamiag, H. Mursil.

Sementara itu, Kabag Humas Agusliayana Devita, S.STP, M.Si selaku juru bicara pemerintah daerah dalam siaran pers yang diterima Waspada.id, Selasa (3/11) menjelaskan duduk persoalannya pada saat kedatangan Gerakan Aksi Rakyat Aceh Tamiang (GARANG) beberapa waktu lalu menghadap Bupati Aceh Tamiang.

Devita menceritakan, adapun kronologi kejadian pada 14 Oktober 2020, yang menjadi awal runtutan kejadian dan berita ini perlu diklarifikasi supaya tidak berkembang dan mengambang. Pada saat itu lebih kurang berjumlah enam orang anak muda datang ke kantor ingin menemui Bupati dan dalam hal ini, mereka datang tidak ada membawa atribut mahasiswa, tetapi mengatasnamakan kelompoknya dengan sebutan GARANG.

Selaku Kabag Humas, kemudian memfasilitasi pertemuan tersebut, dalam pertemuan itu para pemuda yang datang meminta kepada Bupati Mursil untuk menandatangani petisi penolakan Omnibus Law, namun saat itu Bupati Mursil tidak sependapat, dikarenakan belum membaca Undang-Undang tersebut dan meminta agar mereka dapat mendiskusikannya terlebih dahulu tentang poin-poin keberatan yang ada dalam undang-undang dimaksud.

Lanjut Devi, di hadapan para perwakilan mahasiswa setelah diskusi yang alot, antara bupati dan perwakilan pemuda yang mengatasnamakan GARANG, akhirnya terdapat kesepakatan bahwa akan membuat forum diskusi publik terkait Undang Undang tersebut, namun para perwakilan GARANG tersebut menyampaikan akan tetap berangkat ke Jakarta untuk membawa petisi yang telah di tandatangani oleh DPRK Aceh Tamiang.

Devi kemudian menyampaikan, saat itu atas inisiatifnya, Ia meminta kepada salah seorang Perwakilan Pemuda tersebut untuk meminta dukungan kepada Bupati Mursil, karena dirinya yakin Bupati akan tetap membantu keberangkatan para perwakilan Pemuda tersebut ke Jakarta walau tidak turut menandatangani petisi yang diminta.

Bupati Mursil sangat mendukung dan memberikan sejumlah uang bantuan kepada mereka melalui Kabag Humas, selang beberapa hari setelah pertemuan. “Inilah yang terjadi sebenarnya, dan mungkin dikarenakan yang datang itu masih muda-muda, Bapak Bupati beranggapan mereka adalah mahasiswa,” demikian terang Devi.

Sementara Bupati Aceh Tamiang, H. Mursil dalam audensi dengan perwakilan mahasiswa pada Senin kemarin dan setelah mendengar hal yang disampaikan Kabag Humas langsung menyampaikan, bahwa ini hanya masalah kesalahpahaman, atas nama pemerintah dan secara pribadi Ia meminta maaf. Kemudian mempersilahkan para mahasiswa dan pemuda menyampaikan pendapatnya, yang mana pada intinya mereka meminta Bupati Mursil untuk meminta maaf.

Menanggapi apa yang disampaikan mereka, lantas Bupati Mursil tidak tinggal diam begitu saja. Ia katakan sebelum dimintapun, Ia telah lebih dahulu meminta maaf bahwa Ia tak ingin kesalahpahaman ini berujung pada perpecahan. “Jujur Saya tidak ingin bentrok dengan mahasiswa dan pemuda, maka dari itu agar persoalan ini menjadi jelas dan selesai dengan damai saya undang para insan pers agar beritanya tidak simpang siur,” sebutnya seraya mengatakan, dirinya siap meminta maaf dan telah saya ucapkan di awal pembukaan pertemuan.

Bupati Mursil juga berharap ke depannya persoalan seperti ini jangan langsung dibesar-besarkan. “Jika ada kesalahpahaman hendaknya secara bersama kita selesaikan, dan jika perlu bisa jumpai saya langsung agar tidak terjadi kesimpangsiuran berita,” pinta Mursil.(b15)

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2