Waspada
Waspada » Bupati Minta Tenaga Ahli BWI, Selesaikan Sengketa Tanah Wakaf
Aceh

Bupati Minta Tenaga Ahli BWI, Selesaikan Sengketa Tanah Wakaf

Kegiatan sosialisasi tugas fungsi BWI di Aula Kantor Kemenag Aceh Singkil, Kamis (26/11). Bupati minta tenaga ahli BWI, selesaikan sengketa tanah wakaf. Waspada/Ist
Kegiatan sosialisasi tugas fungsi BWI di Aula Kantor Kemenag Aceh Singkil, Kamis (26/11). Bupati minta tenaga ahli BWI, selesaikan sengketa tanah wakaf. Waspada/Ist

SINGKIL (Waspada): Dalam pertemuan yang digelar Badan Wakaf Indonesia (BWI) Aceh Singkil, Bupati berharap agar melalui lembaga independen tersebut dapat menyelesaikan permasalahan terkait sengketa tanah wakaf masyarakat sehingga pengurus wakaf harus memiliki tenaga ahli yang memahami persoalan penyelesaian wakaf.

“Kita berharap pengurus wakaf harus yang ahli supaya masalah terkait wakaf di Aceh Singkil dapat terselesaikan dengan baik,” kata Bupati Dulmusrid menegaskan perlunya tenaga ahli saat memberikan sambutannya dan membuka acara sosialisasi tugas dan fungsi BWI, yang bertempat di Aula Kemenag Aceh Singkil, Kamis (26/11).

Dulmusrid mengatakan, BWI adalah lembaga independen untuk mengembangkan perwakafan di Indonesia yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf.

“Sehingga diharapkan perannya, BWI nantinya untuk dapat melakukan sinergitas antara BWI Aceh Singkil dengan Kemenag Aceh Singkil, supaya meminimalisir masalah-masalah yang terkait di masyarakat,” tambahnya.

Dalam pertemuan itu, Ketua BWI Aceh Singkil, Drs H Muadz Vohry MM menyampaikan, BWI Aceh Singkil akan lebih meningkatkan pelayanan serta pengelolaan Wakaf di Aceh Singkil.

Wakaf, jika dikelola dengan baik akan dapat berperan dalam kemaslahatan umat, untuk itu melalui sosialisasi ini ke depan kita akan lebih meningkatkan pelayanan serta pengelolaan wakaf khususnya di Aceh Singkil, sebutnya.

Dikatakannya, banyak sekali wakaf produktif yang dapat dikembangkan di Aceh Singkil. Salah satunya pengelolaan wakaf uang, wakaf tersebut dapat mulai dikembangkan karena sangat berpotensi untuk kemaslahatan umat.

“Untuk wakaf uang nantinya dimulai dari Rp1000 dulu perhari nya, itu memang sangat kecil tapi berpotensi besar untuk umat. Nadzir nya dari pengurus BWI Aceh Singkil, kemudian nantinya hasil dari wakaf tersebut dapat digunakan untuk sumbangan ke anak yatim, fakir miskin, dan bahkan untuk keperluan dakwah,” bebernya.

Acara turut dihadiri oleh, Ketua BWI Provinsi Aceh, Dr H Abdul Gani Isa, SH MAg, Ketua MPU, Kakankemenag yang diwakili Kasubbag TU, Ketua BWI Aceh Singkil dan para Pengurus, Camat Singkil, para Kepala KUA Kecamatan, para Nadzhir, Pegawai, Penyuluh Agama Islam dan Peserta lainnya. (B25)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2