Bupati Agara Minta Pemprov Bangun Jalan Provinsi Muara-Situlen - Waspada

Bupati Agara Minta Pemprov Bangun Jalan Provinsi Muara-Situlen

- Aceh
  • Bagikan

KUTACANE (Waspada): Bupati Raidin Pinim meminta Pemprov Aceh, agar mencurahkan perhatian untuk memperbaiki dan membangun ruas jalan provinsi Muara Situlen-Gelombang yang kondisinya kian memprihatinkan.

Rusak parahnya kondisi jalan ruas jalan provinsi yang menghubungkan Aceh Tenggara-Kota Subulusalam tersebut, menyusul minimnya dana pemeliharaan dan tak adanya alokasi dana pembangunan jalan yang merupakan sentra perkebunan di bumi Sepakat Segenep tersebut.
“Dalam tahun 2021 ini, dana pemeliharaan yang masuk untuk ruas jalan Provinsi Muara Situlen-Gelombang itu, hanya Rp1 miliar, dana yang sangat minim tersebut, jelas sangat tidak memungkinkan dan masih jauh dari harapan,” ujar Bupati kepada Waspada.id, di rumah pribadinya, Sabtu (19/11).

Berdasarkan data yang tersedia, panjang ruas jalan provinsi Muara Situlen-Gelombang, mulai dari Lawe Desky sampai ke batas Kota Subulussalam, tercatat sepanjang 51,79 km dengan kondisi 17 km berlapiskan aspal, 25 km pengerasan dan 9, 79 lagi belum dibuka atau belum tembus. Kendati sebagian badan jalan telah berlapiskan aspal, namun karena sangat minimnya anggaran yang tersedia,ditambah faktor cuaca dan kondisi alam khususnya di Kecamatan Leuser yang berbukit, bahkan lebih banyak melewati kawasan pegunungan, membuat jalan kerapkali rusak, berlubang dan bergelombang.

Jalan rusak itu, pada akhirnya akan berdampak pada kenaikan harga kebutuhan pokok dan anjloknya harga hasil pertanian dan perkebunan warga, yang berada dibagian paling selatan wilayah Aceh Tenggara tersebut. “Dalam kondisi musim penghujan, waktu tempuh dari Muara Situlen menuju Bunbun Indah yang ahanya berjarak 38,5,a akan memakan waktu tempuh selama 3 jam lebih,” tandas bupati.

Kondisi tersebut, jelas sangat berdampak bagi kehidupan sebagian besar warga yang berdomisili di kecamatan leuser seperti Desa Lau Tawar, Gunung Pakpak, Punce Nali, Ukhat Peseluk, Sade Ate, Sukadamai, Gaye Sendah, Kompas, lawe Sekhakut, Tunas Mude dan beberapa desa lainnya.

Masalahnya, untuk memasuki sebagian besar kute pada ruas jalan Kabupaten di kecamatan Leuser, harus melalui ruas jalan Provinsi Muara Situle-Gelombang, karena itu ruas jalan Provinsi yang menghubungkan dua Kabupaten dan kota yang bertetangga tersebut, sangat berpengaruh pada kehidupan warga kecamatan Leuser.
Sebab itu, ke depan dan untuk tahun 2022 akan datang, Pemprov Aceh melalui Dinas PUPR Aceh, hendaknya mengalokasikan dana bagi pemeliharaan dan pembangunan jalan serta jembatan di ruas jalan Provinsi Muara Situlen-Gelombang.

Untuk pembangunan jalan dan jembatan di ruas jalan Kabupaten , tahun 2021 ini juga, terang Raidin Pinim, Pemkab Aceh Tenggara sedang dan telah membangun beberapa unit jembatan yang menghubung satu desa dengan desa lainnya, demikian juga dengan pemeliharaan jalan di kute yang tidak termasuk pada ruas jalan provinsi, melalui Dinas PUPR Aceh Tenggara. (b16)

Keterangan Foto : Jembatan dari kayu di ruas jalan provinsi Muara Situlen-Gelombang di kecamatan Lesuer Aceh Tenggara, terlihat semakin menyempit dan tinggal menunggu waktu digerus air dari pebukitan di Kute (Desa) Bukit BIntang Indah. Waspada/Ali Amran

  • Bagikan