KUTACANE (Waspada): Bupati Aceh Tenggara (Agara), HM Salim Fakhry, SE, MM menggerebek gudang dan temukan ratusan ton yang diduga beras oplosan di Desa Terutung Seperai Kecamatan Bambel, Kamis (3/4) pukul 1.30 WIB dinihari.
Bupati Agara, HM Salim Fakhry, SE, MM didampingi Staf ahli Bupati Bidang Keuangan, Ekonomi dan Pembangunan, Hataruddin SE, Kasat Reskrim, Iptu Bagus Pribadi, Iptu Iskandar Said Kepala Satuan Intelijen dan Keamanan (Sat Intelkam) Polres Aceh Tenggara.
Kepada Waspada.id, Bupati Aceh Tenggara HM Salim Fakhry SE, MM mengatakan, mendapat informasi ketika Halalbihalal Idulfitri di rumah bersama masyarakat kemarin sekitar pukul 8.30 WIB, adanya indikasi pengoplosan beras yang dilakukan oleh oknum.

“Makanya kemarin pukul 10, saya cek-cek kecurigaan saya, kecurigaan saya sudah tinggi saya minta kepada Kasat Reskrim, Kasat Intel untuk anggotanya meninjau kemari (lokasi gudang yang diduga beras oplosan) ternyata benar informasi yang disampaikan masyarakat tersebut,” kata bupati Salim Fakhri.
Palaku kejahatan ini bersama barang bukti akan dibawa ke Polres hari ini bersama Kasat Reskrim, Kasat intel dan anggotanya, dan sebagai bupati, Salim Fakhry berharap ini diusut setuntas-tuntasnya sampai ke akar-akarnya.
“Andaikan ada orang lain yang bermain di sini, siap-siap yang bermain ya, kita percayakan kepada Polres Aceh Tenggara untuk menyelidik masalah kasus indikasi pengoplosan beras ini. Inilah hadiah hari lebaran kita,” ungkap Salim Fakhry.
Indikasi pengoplosan beras diperkirakan ratusan ton, karena barang bukti yang dibawa ke Polres di dalam mobil saja sudah 20 ton. Menurut pengakuan pengusahanya, ini dijual ke Medan, namun akhirnya dia (UD KJT) mengaku sudah melempar ke Bulog Kutacane untuk pengoplosan beras 400 ton.
“Makanya nanti kita konfirmasi juga kepada Bulog, apa benar menurut informasi masyarakat saat acara halalbihalal, sudah 400 ton yang selama ini dilakukan. Indikasi praktik pengoplosan beras yang berhasil terungkap ini semoga hanya terjadi di satu lokasi, yakni tempat usaha milik pelaku,” terangnya.

Meski demikian, bupati tetap mengimbau masyarakat agar lebih waspada dalam membeli beras dengan selalu memeriksa label dan izin resmi perusahaan yang tertera pada kemasan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa produknya adalah asli dan sesuai dengan standar yang ada, sehingga konsumen dapat terhindar dari risiko mengonsumsi beras oplosan yang kualitasnya tidak terjamin.
Sementara pelaku inisial MMT yang mengakui telah menyampur berbagai jenis beras dengan kualitas berbeda dan melemparkannya ke Bulog, bersama pekerja dan barang bukti dibawa ke Polres Aceh Tenggara untuk pemeriksaan lebih lanjut. (cseh)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaZRiiz4dTnSv70oWu3Z dan Google News Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News ya.