Bupati Abdya Sebut Lima Dasar Pijakan Perencanaan

- Aceh
  • Bagikan
Bupati Abdya Safaruddin, saat membuka kegiatan perencanaan RPJMD, di aula Bappeda. Selasa (25/3).Waspada/Syafrizal
Bupati Abdya Safaruddin, saat membuka kegiatan perencanaan RPJMD, di aula Bappeda. Selasa (25/3).Waspada/Syafrizal

BLANGPIDIE (Waspada): Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin menyebutkan lima dasar pijakan dalam perencanaan, yang harus segera direspons dengan serius, oleh seluruh perangkat Pemkab Abdya.

Hal itu ditegaskan Bupati Safar saat membuka penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Selasa (25/3), di aula Teungku Dikila Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), kompleks perkantoran Bukit Hijau, Blangpidie. Dihadiri unsur Forkopimkab, para Kepala SKPK dan unsur terkait lainnya.

Diuraikan Bupati Safar, lima dasar pijakan dalam perencanaan itu Pertama, struktur ekonomi yang mulai gergeser, tapi belum stabil. Nilai sektor pertanian, kehutanan dan perikanan memang meningkat, dari Rp.881,69 miliar (2020) menjadi Rp.962,21 miliar (2024). Namun kontribusinya terhadap PDRB justru menurun dari 29,6% menjadi 27,9%. Hal itu mengindikasi adanya pergeseran struktur ekonomi, namun belum cukup dapat diimbangi, oleh penguatan di sektor-sektor pendukungnya. Kedepan diharapkan sektor industri hilirisasi, industri pengolahan, sektor pariwisata, serta digitalisasi, dapat tumbuh secara eksponensial. Sehingga dapat memberikan kontribusi signifikan, terhadap kesejahteraan masyarakat di Abdya.

Kedua, infrastruktur dasar masih menjadi PR (Pekerjaan Rumah) bersama. Menurut data dari total 784 km jalan kabupaten, hanya 324 km dalam kondisi baik, sedangkan 399 km dalam kondisi rusak berat. Padahal akses jalan yang layak, menjadi kunci utama bagi pertumbuhan ekonomi, akses pendidikan, hingga pelayanan kesehatan. Maka ini akan menjadi salah satu fokus prioritas pembangunan Abdya ke depan.

Ketiga, untuk kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) dan layanan publik perlu lompatan besar. Indeks profesionalitas ASN Abdya masih rendah diangka 55,36. Untuk angka rata-rata lama sekolah juga baru mencapai 8,78 tahun, yang artinya hanya sampai kelas 3 (tiga) Sekolah Menengah Pertama (SMP). Minat baca dimasyarakat masih rendah, jumlah ketersediaan perpustakaan bagi masyarakat juga mengalami penurunan. Sasaran pada pembangunan daerah ke depan harus dapat menjawab tantangan tersebut. Di sektor kesehatan, angka kematian ibu masih tinggi yaitu 80 per 1.000 kelahiran hidup. Rumah Sakit Umum Daerah Tengku Peukan (RSUDTP) Abdya belum memiliki fasilitas, serta pelayanan sesuai standar ideal dan harus segera ditingkatkan.

Keempat, untuk ketahanan sosial dan lingkungan juga masih rentan. Jumlah lansia terlantar meningkat, penyandang disabilitas dan anak korban kekerasan naik. Volume sampah terus meningkat, namun baru 20% yang tertangani, masih hanya mampu mengcover untuk wilayah Blangpidie. Sementara itu, indeks risiko bencana berada di angka 183,20 yang diartikan masuk dalam kategori tinggi. Pemerintah daerah harus bersiap dengan perencanaan yang lebih baik dan terukur, untuk permasalah tersebut.

Terakhir, kemandirian ekonomi perlu diperkuat. Kontribusi PAD terhadap APBD masih sekitar 10%, sementara tingkat kemandirian fiskal masih dibawah 25%. Investasi menurun drastis hingga (minus) -40,69% pada tahun 2023, di 2024 juga belum terjadi peningkatan berarti. Ini menjadi sinyal bahwa Abdya butuh terobosan dan pendekatan baru, dalam menggali potensi ekonomi lokal.

Dalam kesempatan itu, Bupati Safar juga menegaskan, pihaknya berkeinginan kontribusi PAD meningkat diangka 30%. Pihaknya juga menginginkan Abdya memiliki iklim investasi yang baik, sehingga mulai tahun ini dapat meningkat nilai investasinya. “Untuk itu, saya minta perhatian saufdara Sekda, Kepala Bappeda, Kepala Dinas terkait, seluruh perangkat daerah termasuk Direktur RSUDTP, Direktur BUMD dan perangkat desa, agar bersungguh-sungguh. Tingkatkan keseriusan saudara. Saya ingin RPJMD ini bukan sekadar dokumen, tapi menjadi kompas yang membimbing Abdya menuju pembaharuan yang menghadirkan keadilan sosial,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Bappeda Abdya Rahmad Sumedi menyampaikan, RPJMD merupakan dokumen penting, yang menjadi landasan dalam perencanaan pembangunan daerah untuk lima tahun ke depan. Oleh karena itu, penyusunannya harus dilakukan dengan cermat, juga berdasarkan analisis yang dalam, terhadap berbagai isu strategis dan kebutuhan pembangunan di Abdya.

RPJMD Abdya tahun 2025-2029 merupakan dokumen perencanaan, yang berfungsi sebagai pedoman pembangunan daerah selama lima tahun ke depan. Dokumen RPJMD disusun untuk mewujudkan visi dan misi pembangunan, dengan mempertimbangkan kondisi eksisting, isu strategis, serta arah kebijakan yang selaras dengan perencanaan nasional dan provinsi, yang menjadi pedoman dalam pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif. (b21)


Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaZRiiz4dTnSv70oWu3Z dan Google News Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News ya.

Bupati Abdya Sebut Lima Dasar Pijakan Perencanaan

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *