Budidaya Maggot Tumbuhkan Kreativitas Santri Di Tengah Pandemi

  • Bagikan
Santri pesantren tahfidzul Quran yatim piatu dan dhuafa, Hidayatullah Desa Cot Dua, Nisam, Aceh Utara dilatih budidaya ulat maggot pakan ayam dan ikan, Senin (15/11).Waspada/Zainal Abidin
Santri pesantren tahfidzul Quran yatim piatu dan dhuafa, Hidayatullah Desa Cot Dua, Nisam, Aceh Utara dilatih budidaya ulat maggot pakan ayam dan ikan, Senin (15/11).Waspada/Zainal Abidin

LHOSEUMAWE (Waspada): Santri pesantren tahfidzul Quran yatim piatu dan dhuafa, Hidayatullah Desa Cot Dua, Nisam, Aceh Utara dilatih budidaya ulat maggot untuk pakan ayam dan ikan. Budidaya maggot menumbuhkan kreatifitas santri di tengah pandemi Covid-19.

Pandemi Covid-19 telah ikut mempengaruhi kondisi ekonomi warga. Kondisi tersebut menjadi tantangan, bagi warga dalam mengembangkan kreativitas kegiatan usaaha. “Pandemi yang masih berlangsung saat ini, tentunya sangat berpengaruh pada penurunan kondisi ekonomi masyarakat, namun sekaligus menjadi tantangan bagi seluruh rakyat Indonesia, khususnya bagi masyarakat kalangan bawah,” jelas Bagian Penerangan Korem 011/Lilawangsa kepada Waspada.id, Selasa (16/11).

Untuk menumbuhkan kreativitas, khusus warga Aceh Utara, Serda Syamsuddin dari Koramil 29/Langkahan menjadi relawan budidaya maggot. Ulat dari lalat Black Soldier Fly tersebut digunakan untuk pakan ayam dan ikan. “Serda Syamsuddin, Babinsa yang berdinas di Koramil 29/Langkahan, Kodim 0103/Aceh Utara, menjadi relawan budidaya maggot,” tambahnya.

Dengan memanfaatkan waktu luang sebagai anggota TNI, Syamsuddin mengajarkan masyarakat agar lebih kreatif dan produktif sehingga memiliki penghasilan. Serda Syamsuddin mengajarkan cara budidaya ulat maggot kepada para santri pesantren tahfidzul Quran yatim piatu dan dhuafa Hidayatullah di Desa Cot Dua, Nisam, Aceh Utara. “Selain caranya sangat mudah, para santri pada saat istrahat belajar, bisa melakukan aktivitas budidaya ikan dan ayam di sekitar pesantren,” jelas Syamsuddin.

Untuk mendapatkan hasil panen ikan dan ayam yang bagus, telah disiapkan ulat maggot sebagai pakannya. “Pakannya dari ulat maggot yang dikembangkan ini, jadi tidak lagi harus keluarkan biaya mahal untuk membeli pakan dan Alhamdulillah bisa berpenghasilan,” tambah Syamsuddin.

Dia juga mengaku, melatih budidaya maggot kepada para santri bukan kali pertama dilakukannya. Namun, dia juga sudah pernah melakukannya kepada masyarakat Aceh Utara, Aceh Timur dan Kota Lhokseumawe.

Sementara itu, Danramil Nisam Kodim 0103/Aceh Utara, Kapten Czi Teguh Suswantono, memimpin langsung pembangunan fasilitas budidaya maggot di pesantren tersebut. Bahkan dia sekaligus menjadi pembina kegiatan tersebut.

Teguh optimis, para santri selain mendapatkan ilmu agama di pesantren, juga akan memiliki ketrampilan. “Saya ingin anak-anak santri ini, selain memiliki ilmu agama yang cukup juga memiliki keterampilan usaha,” sebutnya. Sehingga nantinya mampu hidup mandiri.

Selain itu mereka bisa menambah gizi dari daging ikan dan ayam yang mereka pelihara sendiri. Sementara pakannya, dari ulat maggot yang memiliki protein tinggi.

Pelatihan budidaya maggot, mulai dari perawatan hingga pada tahap panen. “Kita juga akan melatih anak-anak kami para santri, siklus perawatan ulat maggot ini. Bagaimana memberi pakan dan memanennya,” ujar Kapten Teguh.(b08/B)


  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *