Waspada
Waspada » Bu Guru Gendong Bayi Di Jalan Berlumpur Menuju Sekolah Viral
Aceh Headlines

Bu Guru Gendong Bayi Di Jalan Berlumpur Menuju Sekolah Viral

Kolase foto guru muda gendong bayi di jalan berlumpur, yang viral di media sosial.Waspada/ist
Kolase foto guru muda gendong bayi di jalan berlumpur, yang viral di media sosial.Waspada/ist

LHOKNIBONG (Waspada): Sejumlah foto ibu guru muda yang sedang menggendong bayi di jalan berlumpur menuju SMPN 4 Pantee Bidari, Aceh Timur, viral di media sosial Facebook.

Foto-foto yang direkam akhir 2019 lalu itu diposting akun Aceh Galeri, 9 Februari 2020, pukul 13:42. Hingga berita ini ditulis, postingan ini sudah ditanggapi 685 netizen, 148 komentar dan dibagikan sebanyak 446 kali.

Sehari kemudian, 10 Februari 2020, konten yang sama diunggah oleh akun Atjeh Timeline, sekira pukul 19:50. Pantauan terakhir, postingan yang mengundang simpati ini sudah ditanggapi oleh 831 akun lain, dikomentari 152 kali dan dibagikan 554 kali.

Kepala SMP Negeri 4 Pante Bidari, Islahuddin, yang dihubungi wartawan, Rabu (12/2), menjelaskan, ibu guru muda yang viral tersebut bernama Husnul Khatimah, Guru Garis Depan (GGD) angkatan kedua asal Meulaboh, Aceh Barat.

GGD sendiri merupakan program resmi Kementerian Pendidikan semasa Mendikbud Anies Baswedan untuk mengisi kekosongan guru di daerah terluar, tertinggal, terdepan, perbatasan dan terpencil di seluruh pelosok Indonesia. Gaji GGD diatas rata-rata lantaran selain gaji pokok mereka juga berhak mendapat tunjungan profesi dan tunjungan daerah terpencil.

“Kalau sedang musim hujan, jalan menuju sekolah kami memang berlumpur. Namanya juga daerah terpencil. Butuh waktu sekitar 3 jam perjalanan dengan kenderaan bermotor dari pusat kecamatan. Kalau pakai mobil, baru enak dilalui dengan double cabin. Jika mobil biasa, dijamin terjebak lumpur. Bahkan, dilewati dengan sepedamotor saja susah,” sebut Islahuddin.

Islahuddin dipercaya sebagai kepala SMPN 4 Pantee Bidari sejak 2016 lalu. Saat ini, sekolah yang ia pimpin memiliki 52 siswa dari tiga desa sekitar, yakni Desa Sijudo, Sarahgala, dan Sijuek. Sementara tenaga pengajar 17 orang termasuk 11 PNS.

“Alhamdulillah, meski pelan sudah banyak perubahan ke arah yang lebih baik. Baik dari sisi mutu lulusan maupun fasilitas belajar-mengajar. Begitu juga soal jalan rusak, dinas sudah pernah turun meninjau lokasi. Bahkan pak Bupati Rocky juga pernah ke sini. Mungkin, program rehab jalannya masih dalam proses, ” tutup Islahuddin. (b19).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2