Waspada
Waspada » BPMA Minta Medco Lebih Responsif
Aceh

BPMA Minta Medco Lebih Responsif

 

IDI (Waspada): PT Medco EP Malaka, diminta lebih responsif dan komunikatif dalam menanggapi berbagai persoalan-persoalan di sekitar masyarakat lingkar tambang di Blok A, Kabupaten Aceh Timur.

“Untuk menghindari keresahan di tengah masyarakat, maka PT Medco EP Malaka, harus lebih responsif,” kata Deputi Dukungan Bisnis Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) Afrul Wahyuni, menjawab Waspada, Selasa (4/5).

Terkait pemberitaan salah satu pasien alami kelumpuhan diduga pasca terhirup gas beracun dari kegiatan flaring Sumur AS-11 awal bulan lalu, Afrul mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi PT Medco EP Malaka selaku salah satu KKKS dalam Wilayah Kewenangan Aceh.

“Informasi tentang berita (Pasien Lumpuh Diduga Akibat Hirup Gas Beracun Medco) sebagaimana dimuat di beberapa media massa, BPMA sudah meminta PT Medco E&P Malaka untuk memastikan dan melakukan verifikasi hal tersebut, sehingga tidak menimbulkan keresahan di masyarakat,” tulis Afrul.

Selain itu, BPMA juga telah berkoordinasi dengan PT Medco E&P Malaka, agar memberikan bantuan terhadap masyarakat yang terdampak.

“Secara terpisah, kita sudah menegur General Manager PT Medco E&P Malaka, dan kita meminta agar peran humasnya lebih responsif dan komunikatif dalam menanggapi persoalan-persoalan di tengah masyarakat lingkar tambang,” demikian Afrul Wahyuni.

Alami Kelumpuhan
Sebagaimana diberitakan di sejumlah media, Asma Adnan, 55, asal Desa Panton Rayeuk T, Banda Alam, Aceh Timur, mengalami kelumpuhan saraf tangan dan kaki.

Diduga, akibat terhirup asap dari kegiatan flaring AS-11 di Blok A. Untuk mendapatkan pertolongan medis selanjutnya, kini Asma Adnan kini dirujuk ke RSU-ZA Banda Aceh, Senin (3/5).

Berdasarkan penelusuran, pasien mengalami hilang penciuman dan sebelumnya sempat sesak dan kini mengalami kelumpuhan di bagian tangan dan kaki.

Pihak keluarga yakin, Asma Adnan mengalami kelumpuhan akibat menghirup gas beracun, Jumat (9/4) lalu. Namun reaksinya diperkirakan baru terasa saat ini, karena sebelumnya Asma Adnan tidak memiliki riwayat seperti itu. (b11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2