BPMA Didesak Tak Diam Soal Dugaan Limbah Medco

  • Bagikan
Ketua YARA, Safaruddin SH. BPMA didesak tak diam soal dugaan limbah Medco. Waspada/M. Ishak
Ketua YARA, Safaruddin SH. BPMA didesak tak diam soal dugaan limbah Medco. Waspada/M. Ishak

IDI (Waspada): Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) didesak untuk tak diam soal limbah cair yang diduga pembuangannya telah mencemarkan lingkungan lingkar tambang di Blok A PT Medco EP Malaka. Dampaknya, 130 Kepala Keluarga (KK) dilaporkan mulai kesulitan air bersih.

“BPMA sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Aceh tidak boleh diam. Tapi harus turun ke Julok dan Indra Makmu, guna melakukan observasi dugaan limbah perusahaan Migas itu mencemarkan lingkungan,” kata Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Safaruddin SH kepada Waspada.id, Senin (2/11).

Persoalan limbah, lanjut advokat asal Julok, bukan hal yang sepele, apalagi berdampak besar terhadap masyarakat yang mendomisili disejumlah desa, seperti Desa Teupin Raya. “Dugaan pencemaran lingkungan ini juga pernah terjadi Oktober 2018 lalu, di mana saat itu bau busuk tercium di sekitar lingkaran tambang,” kata Safaruddin mengeaskan BPMA didesak untuk serius.

Setelah dua tahun Medco EP Malaka mengeluarkan bau busuk, Oktober 2020 pencemaran lingkungan melalui dugaan pembuangan limbah kembali terjadi di sekitar CPP Blok A.

“Meskipun tidak serupa, tapi kita menilai soal limbah ini sudah berulang terjadi. Oleh sebabnya kita minta BPMA harus turun ke lokasi melakukan observasi, apalagi KLHK-RI sudah mengetahui soal limbah yang mencemarkan lingkungan ini,” pungkas Safaruddin. (b11).

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *