BPKK DPW PKS Siltoh Ke Ustadzah Sarina Aini

BPKK DPW PKS Siltoh Ke Ustadzah Sarina Aini

- Aceh
  • Bagikan
Pengurus BPKK DPW PKS Aceh sast menyerahkan plakat sebagai bungong jaroe kepada Ustazah Aini, Kamis (23/9). Waspada/ist
Pengurus BPKK DPW PKS Aceh sast menyerahkan plakat sebagai bungong jaroe kepada Ustazah Aini, Kamis (23/9). Waspada/ist

LANGSA (Waspada): Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPW PKS Aceh melaksanakan silaturahmi tokoh (Siltoh) di kediaman Ustadzah DR. Sarina Aini, Lc, MA. yang merupakan istri dari anggota DPD RI asal Aceh Ustadz H.M. Fadhil Rahmi, Lc, MA.

Ketua BPKK DPW PKS Aceh,Nova Zahara yang sekaligus Anggota DPRA, Kamis (23/9) menyampaikan, BPKK memiliki program silaturahmi tokoh. Kali ini, Ustadzah Aini merupakan orang pertama yang dikunjungi dalam rangkaian program ini.

                                             

“Semoga ke depan kita bisa bersinergi dalam program-program yang berkaitan dengan pembinaan perempuan karena merupakan tanggung jawab kita bersama. Secara khusus program pembinaan perempuan ini menjadi fokus kerja kami yang dilaksanakan oleh Rumah Keluarga Indonesia (RKI),” sebut Anggota DPRA Dapil Langsa-Tamiang ini.

Salah satu kegiatannya, Jumat 24 September ini kami akan mengadakan Webinar Khusus perempuan dengan tema ‘Menjadi Istri Idaman Suami Sepanjang Usia.’ Kami juga berharap ustadzah dapat berpartisipasi, ujar Nova.

Sementara Ustadzah Aini menyambut baik dan merasa senang karena sudah dianggap sebagai keluarga besar PKS. Aini menyampaikan bahwa ia sudah dekat dengan PKS sejak di Mesir dahulu.

Menurut saya, PKS itu serius dan jelas arah tujuannya. Latar belakang saya pun cocok dengan PKS, dengan dunia pendidikan, penelitian, pengabdian yang selama ini saya tekuni, ucap Aini.

“Saya bersedia dilibatkan sebagai narasumber, mengisi kajian fiqih yang sesuai dengan keahlian saya. Selama ini saya juga sering diundang pada kajian atau acara yang diselenggarakan oleh PKS.” ungkap perempuan yang gemar bersekolah ini.

Namun, walau begitu ada satu ilmu yang belum saya miliki, yaitu ilmu kebal. “Saya khawatir nanti jika terjun di dunia politik saya akan mudah membawa perasaan (baper). Kalau sudah punya ‘ilmu kebal’ tadi, bisa jadi saya mau menerima tawaran menjadi caleg dari PKS,” tutupnya sambil tertawa lepas.

Setelah berdiskusi sekitar setengah jam, Nova menutup pertemuan dengan menyampaikan, ketika kita berada di PKS maka kita akan disekolahkan. Ada nama programnya ‘Pencalegkan dini’, di kelas ini kita akan dilatih agar lebih baik lagi terang Nova.

“Baik itu dari segi ilmu, sikap, public speaking dan hal yang lainnya. Kita yakin setiap diri idividu memiliki potensi. Semakin banyak anggota legislatif yang berkualitas maka tentu akan semakin baik untuk negeri ini. Rasa terima kasih kami karena ustadzah Aini sudah meluangkan waktu dan tempat serta memberikan kami ilmu, semoga silaturahmi ini tetap bisa berjalan dengan baik,” tandas Nova menutup pertemuan. (b13)


  • Bagikan