Waspada
Waspada » BPJN I Aceh Terkesan Biarkan Jalan Nasional Agara Tergenang Banjir
Aceh Headlines

BPJN I Aceh Terkesan Biarkan Jalan Nasional Agara Tergenang Banjir

Anggota DPR RI, HM Salim Fakhry, SE, MM. BPJN I Aceh terkesan biarkan jalan nasional Agara tergenang banjir. Waspada /Seh Muhammad Amin
Anggota DPR RI, HM Salim Fakhry, SE, MM. BPJN I Aceh terkesan biarkan jalan nasional Agara tergenang banjir. Waspada /Seh Muhammad Amin

KUTACANE (Waspada) : Kurangnya perhatian dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) I Aceh, sehingga terkesan dibiarkan sejumlah titik ruas jalan nasional mulai dari Kumbang Kecamatan Badar sampai dengan Perbatasan Lawe Pakam Kabupaten Aceh Tenggara tergenang banjir.

Pasalnya, tergenangnya ruas jalan nasional tersebut akibat kurang berfungsinya drainase, sebagaimana diutarakan Anggota DPR RI asal Aceh, HM Salim Fakhry, SE, MM kepada Waspada.id, Selasa (3/11) malam sekira pukul 11.30 WIB.

Meluapnya banjir malam ini menggenangi badan jalan nasional disebabkan kurang berfungsinya drainase, seperti inilah ruas jalan nasional tersebut saat musim penghujan sehingga mengakibatkan arus lalulintas terganggu dapat berisiko tinggi bagi keamanan serta keselamatan masyarakat pengguna kendaraan roda dua, roda empat, dan kenderaan berbadan lebar lainnya, sebut anggota DPR RI itu.

“Pemerintah Pusat melalui BPJN I Aceh harus segera melakukan perbaikan drainase, bila ini dibiarkan dipastikan badan jalan nasional tersebut akan hancur (rusak parah). Perbaikan jalan tersebut dilakukan guna terjaminnya asas keamanan dan keselamatan transportasi sebagaimana amanah Undang-undang Nomor 38 Tahun 2004, tentang Jalan,” kata Salim Fakhry.

Salim Fakhry berharap perbaikan drainase jalan nasional di Aceh seperti kumbang sampai dengan perbatasan Lawe Pakam sebagai prasarana transportasi. Jalan sangat penting dan berperan untuk kemajuan perekonomian daerah dan dengan kondisi jalan yang baik harapannya akan memberi dampak bagi kemakmuran masyarakat.

Terkait kondisi drainase jalan yang dibiarkan kurang berfungsi di Agara dan terkesan lemahnya pengawasan dari dinas terkait, sebagai Anggota DPR RI dia berharap agar Dirjen Bina Marga segera melakukan evaluasi sebagaimana amanah undang-undang.

Selanjutnya Salim Fakhry  juga berharap agar seluruh masyarakat berperan aktif dalam mengawasi penyelenggaraan jalan. “Karena pasal 62 Undang-undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan juga mengatur hak peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan jalan,” ungkap Fakhry.

Parahnya lagi kata Fakhry, kerusakan ruas jalan nasional dari Lawe Pakam sampai dengan Kampung Bakti, Kecamatan Babul Makmur, selain aspalnya terkelupas juga badan jalan tersebut berlubang-lubang, ketika musim penghujan jalan ini persis seperti kubangan kerbau, pungkas Salim Fakhry. (Cseh)

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2