Waspada
Waspada » BPJAMSOSTEK Naikkan Sejumlah Manfaat
Aceh

BPJAMSOSTEK Naikkan Sejumlah Manfaat

Waspada/dede Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Langsa, Awalul Rizal saat bersama jajaran di kantor setempat, Selasa (14/1).

“Kenaikan manfaat program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) tersebut didapatkan pekerja tanpa kenaikan iuran,” sebut Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Langsa, Awalul Rizal kepada wartawan, Selasa (14/1).

Dikatakan Awalul Rizal lagi, peningkatan dan penambahan manfaat tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82/2019 tentang perubahan atas PP Nomor 44/2015, tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian yang telah ditandatangani Presiden Joko Widodo tanggal 2 Desember 2019.

Program JKK yang diselenggarakan BPJAMSOSTEK meliputi perlindungan dari risiko kecelakaan kerja mulai dari perjalanan pergi, pulang dan di tempat bekerja serta perjalanan dinas.

JKK selama ini telah hadir dengan manfaat lengkap, diantaranya biaya perawatan dan pengobatan tanpa batasan biaya sesuai kebutuhan medis, santunan kematian sebesar 48 kali upah, santunan cacat total hingga maksimal sebesar 56 kali upah, bantuan beasiswa, hingga manfaat pendampingan dan pelatihan untuk persiapan kembali bekerja (return to work).

Selain itu, terdapat santunan pengganti upah selama tidak bekerja, yang dalam PP Nomor 82/2019 ditingkatkan nilainya, menjadi sebesar 100 persen untuk 12 bulan dari sebelumnya 6 bulan dan seterusnya sebesar 50 persen hingga sembuh, katanya.

Dijelaskan Awalul Rizal, PP Nomor 82/2019 juga meningkatkan manfaat biaya transportasi untuk mengangkut pasien yang mengalami kecelakaan. Biaya transportasi darat dinaikan dari Rp1 juta menjadi maksimal Rp5 juta Sementara itu biaya transportasi angkutan laut naik dari Rp1,5 juta menjadi  Rp2 juta. Adapun angkutan udara dinaikan menjadi Rp 10 juta dari sebelumnya Rp 2,5 juta.

Kemudian, bantuan beasiswa juga merupakan manfaat program JKK yang mendapatkan kenaikan signifikan di PP Nomor 82/2019. Sebelumnya bantuan beasiswa diberikan sebesar Rp12 juta untuk satu orang anak, sekarang menjadi maksimal sebesar Rp174 juta untuk dua orang anak.

“Kenaikan manfaat beasiswa BPJAMSOSTEK tersebut mencapai 1.350. Beasiswa tersebut akan diberikan sejak taman kanak-kanak (TK) hingga kuliah dengan besaran jumlah ditentukan sesuai tingkat pendidikan,” ungkap Awalul lagi.

Pengajuan klaim beasiswa dilakukan setiap tahun, dan bagi anak dari peserta yang belum memasuki usia sekolah sampai dengan sekolah di tingkat dasar, saat peserta meninggal dunia atau cacat total, beasiswa diberikan pada saat anak memasuki usia sekolah. Terakhir beasiswa berakhir pada saat anak peserta mencapai usia 23 tahun, menikah atau bekerja.

Selanjutnya, lewat PP Nomor 82/2019, pemerintah juga menambahkan manfaat JKK dengan perawatan di rumah alias homecare. Tidak tanggung-tanggung biaya homecare mencapai maksimal Rp20 juta pertahun untuk setiap kasus. Perawatan di rumah atau home care diberikan kepada peserta yang tidak memungkinkan melanjutkan pengobatan ke rumah sakit.

Peraturan pemerintah tersebut juga mengatur pemeriksaan diagnostik, yang dimaksudkan untuk pemeriksaan dalam rangka penyelesaian kasus Penyakit Akibat Kerja (PAK). Hal ini dilakukan untuk memastikan pengobatan dilakukan dilakukan hingga tuntas.

Untuk perlindungan program JKM juga mendapat atensi khusus dari Pemerintah. Melalui PP Nomor 82/2019, total manfaat santunan JKM meningkat 75 persen, dari sebelumnya sebesar Rp24 juta menjadi Rp42 juta.

“Santunan kematian JKM naik dari Rp16,2 juta menjadi Rp20 juta. Santunan berkala meninggal dunia JKM dari Rp6 juta untuk 24 bulan, menjadi Rp12 juta. Terakhir, biaya pemakaman naik dari Rp3 juta menjadi Rp10 juta,” ujarnya.

Sementara manfaat JKM, tambah Awalul meliputi bantuan beasiswa, yang juga mengalami perubahan dengan poin-poin yang sama dengan manfaat JKK, yaitu maksimal mencapai Rp174 juta untuk dua orang anak,” pungkas Awalul Rizal.(m43)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2