BPJamsostek Dorong Perusahaan, Pastikan Penyaluran BSU Tepat Sasaran - Waspada

BPJamsostek Dorong Perusahaan, Pastikan Penyaluran BSU Tepat Sasaran

  • Bagikan
Kantor BPJamsostek Cabang Langsa siap melakukan penyaluran kembali Bantuan Subsidi Upah (BSU). Waspada/dede
Kantor BPJamsostek Cabang Langsa siap melakukan penyaluran kembali Bantuan Subsidi Upah (BSU). Waspada/dede

 

LANGSA (Waspada): BPJamsostek dorong perusahaan tertib kepesertaan untuk pastikan penyaluran kembali Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada para pekerja terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Kepala BPJamsostek Cabang Langsa, Muhammad Kurniawan, Salasa (27/7) mengatakan, pemberian kembali BSU kepada para pekerja terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dapat meringankan dampak pandemi baik itu bagi tenaga kerja maupun perusahaan.

Hal itu, setelah akhir pekan lalu Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) memberikan keterangan persnya terkait penyaluran kembali Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada para pekerja terdampak PPKM, pihak BPJamsostek menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapannya mendukung Pemerintah dalam menyukseskan penyaluran BSU.

Apalagi, lanjutnya, BPJamsostek juga sudah punya pengalaman dalam hal penyajian data pada pemberian BSU tahun lalu dan peserta sangat antusias terlihat dari banyaknya masyarakat yang belum menjadi peserta menanyakan informasi terkait BSU, sehingga secara tidak langsung mengedukasi masyarakat untuk lebih mengetahui manfaat menjadi peserta BP Jamsostek.

Untuk itu, diharapkan kepada perusahaan juga untuk selalu tertib administrasi baik itu dalam segi pembayaran iuran maupun pemberian data peserta untuk memastikan pemberian hak tenaga kerja terpenuhi dan pemberian BSU berjalan dengan lancar dan tepat sasaran.

“Semoga regulasi BSU dari pemerintah segera turun dan pelaksanaan BSU dapat segera di laksanakan,” harapnya.

Sementara Direktur Utama BPJamsostek Anggoro Eko Cahyo mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu regulasi BSU oleh pemerintah. Regulasi tersebut akan mengatur syarat dan kriteria tentang detail peserta BPJamsostek yang berhak mendapatkan BSU, seperti kelompok segmen pekerja, tanggal kepesertaan aktif, besaran upah maksimum, kategori jenis industri dan wilayah terdampak, serta besaran BSU yang akan diterima.

“Kami siap untuk dukung Pemerintah salurkan BSU. Sebagai mitra penyedia data, sebelumnya juga kami telah menyampaikan usulan-usulan alternatif penerima BSU. Tentunya data yang akan kami serahkan sesuai regulasi yang akan ditetapkan Pemerintah,” tuturnya.

Anggoro juga menyatakan, pengalaman BSU sebelumnya akan membantu BPJamsostek menyajikan data yang lebih baik. Pada tahun 2020, BPJamsostek telah menyerahkan data kepada Pemerintah sebanyak 12,4 juta pekerja dari sekitar 413 ribu perusahaan.

Pihaknya menegaskan perusahaan atau pemberi kerja harus memastikan hak seluruh pekerja untuk terdaftar di BPJamsostek telah terpenuhi sesuai regulasi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek), karena perlindungan BPJamsostek sangat penting di masa pandemi. Ditambah lagi pemerintah selalu menggunakan data kepesertaan tersebut untuk penyaluran bantuan seperti BSU.

Dirinya juga menjelaskan para pekerja dapat langsung mengecek status kepesertaan pada BPJamsostek melalui aplikasi mobile BPJSTKU yang dapat didownload di mobile store Android dan IOS. Pekerja juga dapat bertanya langsung pada pengurus HRD masing-masing, apakah hak perlindungan Jamsostek sudah didapatkan.

“Dengan tertib kepesertaan BPJamsostek, perusahaan telah memastikan perlindungan pekerjanya, terlebih lagi di masa pandemi ini. BSU ini merupakan nilai tambah sebagai peserta BPJAMSOSTEK, pastikan pekerja yang berhak akan mendapatkan sehingga dapat meringankan beban mereka,” tutup Anggoro.(b13)

 

  • Bagikan