Waspada
Waspada » BPBD Pidie Segera Bangun Posko Siaga Bencana
Aceh

BPBD Pidie Segera Bangun Posko Siaga Bencana

Kalak BPBD Pidie Ir Dewan Ansari mengatakan pihaknya segera membangun Posko siaga bencana. Diapun mengakui jika fasilitas yang dimiliki instansi yang dipimpinnya itu tidak sesuai SPM. Senin (24/2). Waspada/Muhammad Riza
Kalak BPBD Pidie Ir Dewan Ansari mengatakan pihaknya segera membangun Posko siaga bencana. Diapun mengakui jika fasilitas yang dimiliki instansi yang dipimpinnya itu tidak sesuai SPM. Senin (24/2). Waspada/Muhammad Riza

SIGLI (Waspada): Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie berupaya mematangkan persiapan pembangunan Posko siaga bencana. Ini dilakukan untuk antisipasi penanggulangan bencana, termasuk yang terjadi akibat cuaca ekstrem.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Pidie, Ir Dewan Ansari. Senin ( 24/2) mengatakan dalam waktu dekat ini pihaknya akan membangun Posko Siaga Nencana. Rencana posko itu akan dibangun di gedung kantor BPBD Kabupaten Pidie.

Menurut dia, saat ini memang belum terjadi bencana alam yang terjadi di Kabupaten Pidie. Namun posko itu penting segera dibangun sebagai bentuk kewaspadaan. Terlebih akhir-akhir ini cuaca ekstrem acap kali terjadi meski belum ada peristiwa yang menimpa masyarakat.

“Bencana itu hadir tiba-tiba dan kita juga tidak bisa memprediksikan bencana alam itu datang. Karena itu kita harus siap sebelum bencana itu tiba,” katanya.

Selain mempersiapkan posko, BPBD Pidie, kata Ir Dewan Ansari, juga terus melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait, TNI/Polri, BMKG, PMI, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial serta sejumlah instasi lainnya.

“Semua instasi terkait, kita berkobolarasi, kita akan koordinasi dgn BMG. Kita akan siapkan posko siaga bencana sesuai arahan Mendagri” katanya.

Kata dia, sesuai prediksi BMKG, memasuki Maret 2020 diperkirakan Kabupaten Pidie akan sering terjadi hujan deras disertai angin kencang. Karena itu pihaknya berharap Pemkab Pidie segera mengeluarkan SK siaga bencana agar pihaknya dapat segera action di lapangan, termasuk melakukan pemetaan terhadap wilayah-wilayah yang rawan terjadinya bencana alam.

Dalam keterangannya, masyarakat diminta untuk mewaspadai adanya potensi bencana alam di mana saat ini sudah mulai sering turun hujan deras yang disertai angin kencang.

Kata dia, di antara potensi bencana yang mungkin terjadi adalah, angin puting beliung, hingga gelombang tinggi di pesisir pantai.

Selain itu, saat musim hujan, diingatkannya ada ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor. Masyarakat juga diimbau agar mewaspadai risiko kesehatan akibat perubahan suhu dan cuaca ekstrem.

Kurang Fasilitas Bencana

Pantauan Waspada. Senin (24/2), sejumlah peralatan BPBD Pidie tidak sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM). Dari empat unit perahu karet, hanya satu unit yang masih dapat digunakan, sedangkan tiga unit lainnya sudah rusak parah. Dua unit perahu viber masih layak digunakan.

Kalak BPBD Pidie Ir Dewan Ansari saat dimintai keterangannya terhadap sejumlah fasilitas yang dimilikinya itu tidak sesuai SPM, membenarkannya. “Perahu karet itu kita ada empat unit, tiga sudah rusak dan hanya satu perahu karet dan dua perahu viber yang masih bisa kita pakai,” tandasnya. (b10)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2